faktakalbar

Polisi Temukan Bukti Medis di Apartemen Lula Lahfah

Penulis: Redaksi Saturday, 24 January 2026 📖 1 menit
Polisi Temukan Bukti Medis di Apartemen Lula Lahfah
Faktakalbar.id, NASIONAL -  Aparat kepolisian mengungkap fakta baru di balik meninggalnya selebgram Lula Lahfah. Penyidik menemukan sejumlah barang bukti medis di lokasi kejadian yang memperkuat dugaan penyebab kematian korban akibat sakit. Tim identifikasi Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan surat keterangan dokter dan obat-obatan saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Barang-barang tersebut terletak di dekat jenazah Lula di dalam apartemennya kawasan Dharmawangsa. Baca Juga:  Tangan Tersangkut Tali, Bocah 11 Tahun Meninggal Tenggelam di Sungai Kapuas Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan , Kompol Murodih, mengonfirmasi temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa surat yang polisi temukan merupakan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). “Kami menemukan obat-obatan dan surat keterangan dari RSPI. Saksi membuka pintu karena khawatir korban sedang sakit dan tidak merespons,” jelas Murodih, Sabtu (24/1/2026). Bantah Dugaan Kekerasan Temuan ini menjadi petunjuk vital bagi kepolisian. Polisi memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Bukti surat dokter dan obat-obatan tersebut mengindikasikan bahwa Lula tengah menjalani pengobatan sebelum meninggal dunia. Jejak digital Lula juga menunjukkan bahwa ia sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit lambung ( GERD ) dan masalah ginjal. Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Sungai Kunyit, Dua Warga Meninggal Dunia Pihak kepolisian kini menunggu hasil visum resmi dari RS Fatmawati. Hasil tersebut akan mencocokkan jenis obat temuan di TKP dengan penyebab medis kematian korban untuk menutup kemungkinan penyebab lain. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK