faktakalbar

Polres Kayong Utara Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Demi Target Swasembada Jagung 2026

Penulis: Redaksi Thursday, 22 January 2026 📖 2 menit
Polres Kayong Utara Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Demi Target Swasembada Jagung 2026
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Kepolisian Resor (Polres) Kayong Utara menunjukkan komitmen penuh dalam mengawal program ketahanan pangan nasional. Hal ini ditegaskan melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Mempertahankan dan Menguatkan Swasembada Jagung 2026 di Ruang PPKO Polres Kayong Utara, Rabu (21/1/2026). Rapat yang dipimpin Kapolres Kayong Utara, Adi Prabowo , menjadi wadah krusial untuk mengevaluasi capaian tahun sebelumnya sekaligus mematangkan rencana aksi penanaman jagung di wilayah Kabupaten Kayong Utara sepanjang 2026. Dalam arahannya, Adi Prabowo memaparkan Analisis dan Evaluasi (Anev) data tahun 2025 yang mencakup jumlah Kelompok Tani (Poktan) binaan Polri, luas tanam, hingga total produksi. Baca Juga:  Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Kapolres Kayong Utara Tekankan Disiplin Anggota Ia menekankan keberhasilan swasembada bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan hasil sosialisasi masif kepada masyarakat. "Kita harus bergerak secara masif untuk merangsang minat masyarakat dalam bertani jagung. Kehadiran Polri di sini adalah untuk memastikan bahwa target luasan lahan tahun 2026 dapat tercapai melalui pendampingan yang intens," ujar Adi Prabowo. Selain memotivasi petani, Kapolres juga menyoroti pentingnya jaminan pemerintah dalam menyerap hasil panen. Langkah ini dianggap kunci utama agar petani merasa aman dan memiliki kepastian pasar setelah masa panen tiba. Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kayong Utara, Marulu, mengapresiasi inisiatif Polres Kayong Utara dalam mendukung program Kementerian Pertanian. Pihaknya optimistis target penanaman seluas 36,05 hektare pada 2026 dapat terealisasi. "Insya Allah, target 36,05 hektar tahun ini bisa tercapai dengan memaksimalkan Indeks Pertanaman (IP) di lahan yang tersedia. Kami juga menegaskan bahwa segala bantuan dari Kementan akan disalurkan tepat sasaran kepada Poktan yang sudah terbentuk," ungkap Marulu. Sesi diskusi menjadi bagian paling dinamis dalam rapat tersebut. Para peserta yang terdiri dari Pejabat Utama (PJU) Polres, Kapolsek jajaran, perwakilan BPS, kepala desa, hingga penyuluh pertanian membahas berbagai isu teknis, di antaranya: Penyaluran Pupuk Subsidi: Memastikan distribusi tepat waktu dan tepat sasaran bagi petani. Mekanisasi Pertanian: Teknis pengolahan tanah dan penyediaan sarana pendukung (alsintan). Distribusi Hasil: Strategi logistik agar hasil jagung dari pelosok desa dapat terserap ke pasar dengan harga kompetitif. Rakor yang berakhir pukul 11.30 WIB ini menghasilkan kesepakatan pemetaan luas lahan di setiap kecamatan sebagai acuan kerja sepanjang tahun. Kegiatan ini menegaskan bahwa Swasembada Jagung 2026 bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, melainkan kerja kolektif antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat desa. Dengan sinergi kuat, Kabupaten Kayong Utara optimistis mampu menjadi lumbung jagung yang mandiri dan berkelanjutan. Baca Juga:  Patroli Malam Kayong Utara Sisir Pantai hingga Objek Vital (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK