faktakalbar

Polres Mempawah Groundcheck Titik Hotspot Karhutla di Desa Anjungan Dalam

Penulis: Redaksi Thursday, 19 February 2026 📖 2 menit
Polres Mempawah Groundcheck Titik Hotspot Karhutla di Desa Anjungan Dalam
Faktakalbar.id, MEMPAWAH - Kebakaran hutan dan lahanJajaran Polres Mempawah bersama Polsek Anjongan dan Polsek Mempawah Timur melakukan pengecekan lapangan ( groundcheck ) terhadap titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengecekan dilakukan di wilayah Pal 10, Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Selasa (17/2/2026). Baca Juga: Karhutla Desa Galang Mempawah Kembali Muncul, Petugas Terkendala Minimnya Sumber Air Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB ini melibatkan 22 personel gabungan di bawah pimpinan Kapolres Mempawah Jonathan David Harianthono. Langkah ini diambil setelah satelit SNPP NASA melalui aplikasi Lancang Kuning mendeteksi adanya titik panas di lokasi tersebut. Kapolres Mempawah Jonathan David Harianthono, melalui Kapolsek Anjongan Andrianto, menyatakan bahwa pihak kepolisian segera bertindak setelah data satelit muncul. Upaya ini bertujuan untuk memastikan apakah titik panas tersebut merupakan kebakaran aktif yang memerlukan penanganan darurat. “Begitu kami menerima informasi adanya titik panas yang terdeteksi satelit di Pal 10 Desa Anjungan Dalam, kami langsung menurunkan personel gabungan untuk memastikan kondisi di lapangan,” ungkap Andrianto. Kebakaran di Lahan Gambut Seluas 10 Hektare Saat tiba di lokasi, petugas menemukan bahwa api di permukaan tanah sebagian besar telah padam. Namun, asap tebal masih terus keluar dari bawah permukaan tanah, yang mengindikasikan api masih merambat di dalam lapisan gambut. Vegetasi yang terbakar di area tersebut didominasi oleh padang ilalang dan pakis. Baca Juga: Karhutla Kembali Muncul di Rasau Jaya, 20 Personel Gabungan Diterjunkan ke Lokasi Petugas memperkirakan luas lahan yang terdampak mencapai kurang lebih 10 hektare. Meskipun cuaca di lokasi dilaporkan cerah, tim gabungan menghadapi tantangan besar karena akses jalan menuju titik api sangat terbatas dan sulit dijangkau kendaraan. “Api di permukaan sebagian sudah padam, tetapi masih terlihat kepulan asap. Diduga api masih menyala di bawah permukaan tanah gambut,” jelas Andrianto. Kendala Akses dan Langkah Pencegahan Dalam operasional ini, petugas didukung oleh satu truk roda enam, tiga kendaraan roda empat, dan delapan sepeda motor. Andrianto menambahkan bahwa penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. “Lokasi cukup sulit dijangkau karena tidak adanya akses jalan langsung menuju titik hotspot. Hal ini menjadi tantangan bagi personel di lapangan,” tambahnya. Sebagai langkah antisipasi, kepolisian akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Anjungan Dalam untuk memperkuat sosialisasi pencegahan karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta dilarang membuang puntung rokok sembarangan. Penegakan hukum terkait tata cara pembukaan lahan juga akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK