Polsek Nanga Pinoh dan BPBD Padamkan Titik Api di Jalan Provinsi
Faktakalbar.id, MELAWI –
Personel Kepolisian Sektor
(Polsek) Nanga Pinoh
bersama Tim Reaksi Cepat (TRC-PB) BPBD Kabupaten Melawi, petugas berhasil melakukan ground check hotspot dan memadamkan kebakaran lahan yang terdeteksi di Jalan Provinsi Nanga Pinoh–Kota Baru Km 13, Selasa (20/1/2026).
Baca Juga:
Ancam Penerbangan dan Pemukiman, Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Dekat Bandara Supadio
Kegiatan pengecekan lapangan ini merupakan tindak lanjut atas laporan satu titik panas yang terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Berdasarkan data satelit NASA–SNPP, titik panas tersebut berada pada koordinat Latitude -0°41’14” dan Longitude 111°71’2” dengan tingkat kepercayaan (
confidence
) medium.
Sinergi Pemadaman di Lokasi
Kapolsek Nanga Pinoh memimpin langsung personel menuju lokasi sasaran untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Setibanya di titik koordinat, petugas mendapati adanya api yang sedang membakar lahan. Tanpa membuang waktu, tim gabungan langsung melakukan tindakan pemadaman.
“Api berhasil dipadamkan berkat kerja sama personel Polri dan BPBD Kabupaten Melawi,” ujar petugas di lokasi kejadian.
Selain melakukan upaya pemadaman, personel Polsek Nanga Pinoh juga berkoordinasi dengan perangkat desa setempat.
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada potensi api menyala kembali serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga:
Hanya Berjarak 70 Meter dari Rumah Warga, Kebakaran Lahan di Desa Kuala Dua Berhasil Dijinakkan
Respons Cepat Kepolisian
Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, menegaskan bahwa kegiatan ground check hotspot dan verifikasi lapangan adalah prosedur standar yang sangat krusial dalam mitigasi bencana asap.
Respons cepat diperlukan agar api kecil tidak membesar dan merugikan masyarakat luas.
“Kami menindaklanjuti setiap informasi hotspot dengan cepat untuk memastikan kondisi di lapangan. Tujuannya agar api benar-benar padam dan tidak meluas ke lahan atau pemukiman di sekitarnya,” tegas AKBP Harris Batara Simbolon.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang solid antara Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
Apresiasi BPBD Melawi
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, turut memberikan apresiasi atas respons cepat jajaran Polsek Nanga Pinoh yang langsung turun ke lapangan begitu mendapatkan data titik panas.
“Pemadaman dini sangat efektif mencegah kebakaran yang lebih besar. BPBD akan terus bersinergi dengan TNI-Polri dan pemerintah desa untuk melakukan pemantauan dan penanganan karhutla,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan verifikasi dan pemadaman ini, diharapkan potensi kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan di Kabupaten Melawi dapat ditekan seminimal mungkin.
(Natash)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.