faktakalbar

Pontianak Dua Minggu Tanpa Hujan, Edi Kamtono: Hemat Air, Jangan Bakar Lahan

Penulis: Redaksi Tuesday, 20 January 2026 📖 1 menit
Pontianak Dua Minggu Tanpa Hujan, Edi Kamtono: Hemat Air, Jangan Bakar Lahan
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, meresponi kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda dalam beberapa waktu terakhir. Tercatat, hujan tidak mengguyur kota ini selama hampir dua pekan, meningkatkan potensi kekeringan dan kebakaran lahan. Edi menekankan pentingnya langkah antisipasi dari masyarakat, terutama terkait penggunaan air bersih. Ia meminta warga untuk mulai melakukan penghematan air mengingat kondisi debit air yang dipengaruhi oleh pasang surut dan minimnya curah hujan. Baca Juga:  Karhutla Jalan Perdana Pontianak, BMKG Pantau 155 Titik Panas “Kita sudah hampir dua minggu tidak turun hujan, dan cuaca panas kering walaupun air pasang. Kita harus antisipasi kepada warga Kota Pontianak untuk penghematan air bersih,” ujar Edi Kamtono, Selasa (20/1/2026). Selain isu air bersih, potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi sorotan utama. Edi secara tegas melarang warga membersihkan lahan dengan cara membakar atau sekadar membakar sampah sembarangan. Peringatan ini dikhususkan bagi wilayah yang memiliki lahan gambut rentan terbakar. “Antisipasi (berikutnya) tidak membakar sampah, membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama lahan gambut di Kecamatan Pontianak Tenggara dan Pontianak Utara,” tegasnya. Ia juga mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak demi menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca terik yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Sebagai langkah taktis pemerintah, Edi memastikan pihaknya telah menyiagakan tim khusus untuk memantau titik api. “Kita sudah bentuk tim siaga pencegahan kebakaran lahan yang diketuai oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” pungkasnya. Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Picu Karhutla di Jalan Perdana (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK