Pontianak Fokus Bangun Infrastruktur Dasar Sepanjang 2026
Faktakalbar.id, PONTIANAK -
Bahasan
menegaskan komitmennya untuk fokus menjalankan visi dan misi
pembangunan kota
. Penguatan
infrastruktur
dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat menjadi perhatian utama saat ini.
Pembangunan infrastruktur dasar memegang peran penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Fokus Pembangunan Infrastruktur Pontianak
Pemerintah memprioritaskan beberapa sektor pembangunan fisik untuk memenuhi kebutuhan warga.
Pembangunan jalan lingkungan, perbaikan drainase, penyediaan jaringan air bersih, hingga peningkatan fasilitas kesehatan dan pendidikan menjadi target utama.
Baca Juga:
Berawal dari Vonis PN Pontianak, Bareskrim Geledah Toko Emas Terkait TPPU
Pada tahun 2026 ini, pemerintah menaikkan anggaran pembangunan infrastruktur di kawasan strategis seperti Pontianak Utara hingga mencapai Rp63 miliar.
Anggaran tersebut mengalir untuk peningkatan jalan lingkungan, penerangan jalan umum, serta penataan kawasan pesisir menjadi
waterfront
.
Sementara itu, kawasan Pontianak Barat mendapat perhatian pada penataan sistem perpipaan air limbah terpadu yang menyasar 16 ribu sambungan rumah tangga.
Edi Rusdi Kamtono merencanakan pengembangan jalur-jalur alternatif guna mengurangi beban jalan utama dan meningkatkan keselamatan warga.
"Saya bersama Wali Kota berkomitmen menjalankan visi misi yang telah ditetapkan. Infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, dan layanan publik harus terus kita perkuat karena itu kebutuhan mendasar masyarakat," kata Bahasan ketika membuka kegiatan Ramadan Kareem di Masjid Sirajul Iman, Jumat (20/2/2026) sore.
Tindak Tegas Aparatur Lamban
Pembangunan kota tidak hanya menyasar bentuk fisik, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan aparatur.
Bahasan ingin memastikan aparatur menangani setiap keluhan masyarakat dengan cepat dan tepat sasaran. Ia meminta masyarakat sungguh-sungguh mengawasi kinerja aparatur di lapangan.
Bahasan mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan aparatur yang lamban merespons aduan warga. Pengawasan publik ini memegang peran penting dalam mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Baca Juga:
Safari Ramadan di Pontianak Barat, Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Ingatkan Dampak Negatif Digitalisasi
Ia juga menyosialisasikan sistem pelaporan langsung agar warga lebih mudah menyampaikan aspirasi.
"Kalau ada aparatur yang tidak merespons keluhan masyarakat, silakan laporkan. Kita ingin pelayanan publik berjalan maksimal dan tidak ada yang mengabaikan aspirasi warga," ucap Bahasan.
Ia berharap masyarakat dan aparatur menjalin kolaborasi yang kuat. Kolaborasi ini bertujuan membuat pembangunan kota berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi semua warga.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.