faktakalbar

Pontianak Kondusif di Malam Tahun Baru, Wali Kota Ingatkan Warga Waspada Banjir Rob Januari

Penulis: Redaksi Thursday, 01 January 2026 📖 1 menit
Pontianak Kondusif di Malam Tahun Baru, Wali Kota Ingatkan Warga Waspada Banjir Rob Januari
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak , Edi Rusdi Kamtono, memastikan situasi Ibu Kota Kalimantan Barat terpantau aman dan terkendali menjelang detik-detik Tahun Baru 2026. Cuaca cerah mendukung aktivitas warga, meski kepadatan lalu lintas terlihat meningkat di sejumlah titik pusat kota. Baca Juga: Sambut 2026 dengan Khidmat, Pemprov Kalbar Gelar Doa Lintas Agama dan Tiadakan Pesta Edi melaporkan bahwa arus kendaraan padat merayap terjadi di kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta pusat-pusat hiburan dan warung kopi. Namun, tidak ada gangguan keamanan yang signifikan. “Alhamdulillah, sampai saat ini Kota Pontianak kondusif. Cuaca cerah, tidak hujan, meskipun arus lalu lintas mulai padat, terutama di pusat kota seperti Jalan Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, serta di kawasan pusat hiburan, kafe, dan warung kopi,” ungkap Edi Rusdi Kamtono, Rabu (31/12/2025). Refleksi Pembangunan dan Ancaman Banjir Rob Selain memantau keamanan, momen ini dimanfaatkan Wali Kota Pontianak untuk mengevaluasi kinerja pembangunan tahun 2025. Ia mengakui adanya beberapa keterlambatan program, namun secara umum pelaksanaan pembangunan berjalan baik dan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di tahun 2026. Baca Juga: Sambut Tahun Baru 2026, Polres Kayong Utara Gelar Istighosah Akbar Yang menjadi perhatian serius Edi adalah potensi bencana hidrometeorologi di awal tahun. Berdasarkan data BMKG, terdapat potensi pasang air laut (rob) setinggi dua meter yang diperkirakan terjadi pada awal hingga pertengahan Januari 2026. “Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di bantaran Sungai Kapuas, agar tetap waspada. Kita berharap kondisi pasang ini tidak bersamaan dengan siklon, hujan lebat, maupun angin kencang,” peringatnya. Terkait perayaan malam tahun baru, Pemkot Pontianak bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah menggelar doa bersama sebagai wujud syukur dan harapan. “Doa bersama lintas agama telah kita laksanakan bersama FKUB, pemerintah provinsi, dan Forkopimda. Sampai saat ini situasi aman dan tidak ada gangguan yang berarti. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga dan masyarakat mematuhi edaran yang telah disampaikan pemerintah,” pungkas Edi. (*Red/Prokopim)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK