Potensi Cadangan Bauksit Kalbar dan Kesiapan Industri Alumina Nasional
Provinsi Kalimantan Barat berpeluang kuat menjadi pusat industri pemurnian alumina dan aluminium nasional seiring kepemilikan potensi cadangan bauksit terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kaliman…
Provinsi Kalimantan Barat berpeluang kuat menjadi pusat industri pemurnian alumina dan aluminium nasional seiring kepemilikan potensi cadangan bauksit terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kalimantan Barat menyimpan sekitar 840 juta ton cadangan bauksit atau menyumbang 66,77 persen dari total cadangan nasional.
Melimpahnya cadangan di tingkat daerah ini turut menopang posisi Indonesia di peringkat keempat dunia pemilik cadangan bauksit terbesar versi Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
Kesiapan infrastruktur penunjang di kawasan ini ditandai dengan telah beroperasinya fasilitas pemurnian alumina di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Ketapang.
Selain dua kawasan operasional tersebut, proyek pembangunan smelter alumina baru juga tengah berjalan di Kabupaten Kayong Utara.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menyoroti tingginya minat penanaman modal pada sektor ini.
“Bauksit ini nomor satu, biasanya kita tahu selalu nikel. Ini ada shifting bauksit karena memang ada beberapa pembangunan proyek bauksit yang dilakukan investor dalam negeri maupun luar negeri,” kata Rosan.
Keberadaan kilang pemurnian yang tersebar di beberapa daerah mempercepat integrasi rantai pasok industri bahan baku aluminium nasional dari hilir ke hulu.
Pengembangan kawasan industri pengolahan tambang ini diyakini bakal memberikan dampak ganda bagi pertumbuhan ekonomi serta pembukaan lapangan kerja daerah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.