faktakalbar

Potensi dan Tantangan Menanam Bawang Merah di Tanah Kalimantan Barat

Penulis: Redaksi Saturday, 21 February 2026 📖 2 menit
Potensi dan Tantangan Menanam Bawang Merah di Tanah Kalimantan Barat
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Ketergantungan Kalimantan Barat terhadap pasokan bawang merah dari Pulau Jawa sering kali menjadi pemicu fluktuasi harga di pasar lokal, terutama saat terkendala faktor cuaca atau distribusi. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar bagi para penggiat kebun dan petani lokal: Apakah tanah di Kalimantan Barat sebenarnya cocok untuk menanam bawang merah sendiri? Berikut adalah ulasan mengenai potensi dan tantangan menanam bawang merah di tanah Khatulistiwa: 1. Karakteristik Tanah dan Tantangan Keasaman Baca Juga:  Distribusi Terhambat Banjir di Jawa, Pasokan Bawang Merah ke Pontianak Mulai Normal Sebagian besar daratan di Kalimantan Barat didominasi oleh tanah gambut dan tanah podsolik merah kuning yang memiliki tingkat keasaman ( pH ) cukup tinggi. Bawang merah idealnya tumbuh pada tanah yang gembur dengan pH netral (6,0–7,0). Namun, hal ini bukan berarti tidak mungkin; dengan pemberian kapur pertanian (dolomit) yang tepat, tingkat keasaman tanah lokal bisa dinetralkan agar layak tanam. 2. Pemanfaatan Lahan Alluvial Kalimantan Barat memiliki banyak wilayah aliran sungai yang menghasilkan tanah alluvial. Jenis tanah ini cenderung lebih subur dan memiliki tekstur yang baik untuk pertumbuhan umbi. Beberapa daerah di Kalbar telah melakukan uji coba penanaman bawang merah di lahan non-gambut dan menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan asalkan sistem drainase diatur dengan ketat. 3. Faktor Iklim dan Curah Hujan Sebagai daerah tropis dengan curah hujan tinggi, tantangan terbesar menanam bawang merah di Kalbar adalah kelembapan yang berlebih. Bawang merah membutuhkan penyinaran matahari yang cukup dan tidak menyukai genangan air. Oleh karena itu, teknik menanam dengan bedengan yang lebih tinggi atau penggunaan naungan plastik ( UV protector ) sangat disarankan untuk menjaga tanaman dari risiko busuk akar. 4. Pemilihan Varietas yang Adaptif Kunci keberhasilan menanam bawang merah di Kalimantan Barat terletak pada pemilihan varietas yang tahan terhadap cuaca panas dan lembap. Beberapa varietas unggul seperti Bima Brebes atau Tajuk telah diuji coba di beberapa kabupaten dan terbukti mampu beradaptasi dengan lingkungan lokal, meskipun membutuhkan perawatan yang lebih intensif dibandingkan di daerah asalnya. 5. Potensi Kemandirian Pangan Lokal Melihat beberapa keberhasilan panen di tingkat kelompok tani di wilayah seperti Kubu Raya dan Pontianak, menanam bawang merah di Kalbar memiliki prospek yang besar. Meskipun memerlukan perlakuan khusus terhadap tanah, pengembangan komoditas ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan distribusi dari luar pulau dan menjaga stabilitas harga pangan. Baca Juga:  Ekspedisi Macet Jelang Puasa, Harga Bawang Merah di Pontianak Tembus Rp88 Ribu, Beras dan Telur Stabil (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK