Menilik Potensi Desa Lambau Sambas: Dari Budidaya Bandeng Hingga Perkebunan Melon
Faktakalbar.id, SAMBAS
–
Desa Lambau
yang terletak di daerah pesisir pantai utara Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, menyimpan potensi besar di sektor perikanan dan pertanian, Senin (09/02/2026).
Baca Juga:
Langgar Kode Etik Berat, Dua Personel Polres Sambas Dipecat Tidak Hormat
Selain dikenal sebagai penghasil kelapa, desa ini kini tengah didorong menjadi sentra penghasil ikan bandeng serta pengembangan perkebunan melon yang menjanjikan.
Potensi ini menjadi fokus dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) yang dilaksanakan oleh mahasiswa
Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol)
Universitas Tanjungpura (Untan) Angkatan 2024.
Program ini bertujuan mengimplementasikan ilmu serta berkontribusi nyata bagi kemajuan desa melalui kolaborasi dengan masyarakat setempat.
Kepala Desa Lambau, Muhamad Yani Melik, mengungkapkan bahwa kondisi geografis desa yang memiliki sumber air payau sangat cocok untuk budidaya ikan bandeng dan tanaman melon.
Meski sempat menghadapi tantangan alam berupa banjir rob pada akhir tahun lalu, pihaknya optimis untuk kembali mengembangkan sektor ini dengan pengaturan pola tanam dan panen yang lebih tepat.
“Tantangannya memang alam, setiap bulan 12 di desa ini banjir besar. Tahun lalu ikan bandeng dan nila berhamburan keluar kolam, begitu juga melon yang mati sebelum siap panen. Namun, melon yang dihasilkan rasanya sangat manis meski tumbuh di air payau,”
ungkap Muhamad Yani Melik.
Baca Juga:
Simpan 30 Paket, Pengedar Sabu di Teluk Keramat Diringkus Satresnarkoba Polres Sambas
Dosen Pembimbing PPM, Fatmawati, menjelaskan terdapat tiga program utama dalam kolaborasi ini. Pertama adalah pemberian bantuan enam ribu bibit ikan nila dan bandeng.
Kedua, kolaborasi dengan PKK Desa Lambau untuk pengembangan ratusan bibit tanaman obat keluarga (TOGA) seperti jahe dan bawang dayak. Ketiga, pembuatan 15 plang penanda RT untuk menata administrasi wilayah.
Salah satu mahasiswa PPM, Wira, mendorong agar Desa Lambau tidak hanya menjual hasil mentah, tetapi juga mulai mengembangkan produk olahan seperti bandeng presto.
Hal ini dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sekaligus menjadi oleh-oleh khas baru bagi wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.