faktakalbar

Prabowo Targetkan Investasi Rp13 Ribu Triliun di Periode Pertama Kepemimpinan

Penulis: Redaksi Friday, 03 January 2025 📖 1 menit
Prabowo Targetkan Investasi Rp13 Ribu Triliun di Periode Pertama Kepemimpinan
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia dapat menarik investasi hingga Rp13 ribu triliun selama periode pertamanya menjabat sebagai Presiden. Target ambisius ini diungkapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi, Roslan Roeslani, saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (2/1). Rosan menjelaskan bahwa pemerintah berharap investasi di tahun 2025 mencapai Rp1.905 triliun. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga total investasi kumulatif selama lima tahun mencapai Rp13.032 triliun. “Investasi ini diharapkan menjadi motor penggerak menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029,” ujar Rosan. Selain itu, Rosan menambahkan bahwa pemerintah juga menargetkan peningkatan kontribusi investasi terhadap produk domestik bruto (PDB). Saat ini, kontribusi terbesar PDB masih berasal dari konsumsi rumah tangga sebesar 53-54 persen, sedangkan investasi baru menyumbang 24 persen. Pemerintah berharap angka ini dapat meningkat secara signifikan. Prabowo menyatakan bahwa investasi besar ini tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga sebagai sarana menciptakan lapangan kerja. Dengan masuknya investasi, diharapkan dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal, memperkuat daya beli masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan nasional. Rosan juga menegaskan bahwa hilirisasi akan menjadi salah satu elemen penting dalam mendatangkan investasi. Dengan fokus pada pengolahan sumber daya alam di dalam negeri, pemerintah berharap dapat menarik minat investor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk Indonesia. Sejak awal masa kepemimpinannya, Prabowo telah melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk menjalin kerja sama ekonomi dan investasi. Dari kunjungan tersebut, pemerintah berhasil memboyong investasi besar, seperti Rp157 triliun dari China dan Rp135,3 triliun dari Inggris. “Kita terbuka untuk lebih banyak investasi baru dan akan bekerja keras memberikan suasana kerja sama yang baik,” ujar Prabowo dalam Indonesia-China Business Forum 2024 yang berlangsung di Beijing pada November tahun lalu. Pemerintah optimis dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi global dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK