Praktisi Mengajar Untan Hadirkan Tim Pendamping Profesional Melawi, Mahasiswa Ilmu Politik Bedah Dinamika Desa
Faktakalbar.id, MELAWI
– Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (Untan), kembali menggelar kegiatan edukatif bertajuk
“Praktisi Mengajar Mata Kuliah Politik dan Pemerintahan Desa”
Kegiatan ini bertujuan mendekatkan pemahaman teoritis mahasiswa dengan realitas empiris di lapangan.
Acara yang diampu oleh dosen
Ahirul Habib Padilah
ini diselenggarakan, Jumat, (7/11/2025), pukul
16.00
hingga
18.00 WIB
, bertempat di
Gedung Kuliah Bersama B
, Universitas Tanjungpura.
Kegiatan ini menghadirkan Tim Tenaga Pendamping Profesional
(TPP)
Kabupaten Melawi yang berjumlah 18 orang. Tim tersebut terdiri dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat
(TAPM)
, Koordinator Kecamatan
Pendamping Desa
, serta Pendamping Desa.
Kehadiran para praktisi ini, menurut Habib;
"memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami politik dan pemerintahan desa dari perspektif yang lebih nyata dan aplikatif."
Baca Juga:
FISIP RUN 2025: Semangat Sportivitas dan Kebersamaan Warnai Milad ke-60 FISIP UNTAN
Mahasiswa semester 5 yang tengah melaksanakan
Praktikum 1
, serta mahasiswa semester 7 yang sedang mempersiapkan usulan penelitian skripsi, mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan para pendamping desa.
Beberapa tema yang diangkat sangat relevan dengan konteks sosial terkini, meliputi implementasi
Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014
yang baru diperbarui menjadi
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024
, isu partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan, hingga isu aktual seperti Koperasi Desa Merah Putih.
Diskusi Kelompok dan Hasil Akhir Berupa Video Tematik
Selain sesi pemaparan dan diskusi besar, mahasiswa juga dibagi ke dalam tujuh kelompok kecil. Setiap kelompok dibimbing langsung oleh dua hingga tiga anggota TPP Kabupaten Melawi.
Baca Juga:
Gaet Co-Founder Malaka Project, FISIP UNTAN Bedah Fenomena Aktivisme Digital Gen Z
Metode ini dipilih agar proses belajar berlangsung lebih interaktif, mendalam, dan personal. Dalam kelompok tersebut, mahasiswa diwajibkan mengaitkan teori yang mereka peroleh di bangku kuliah dengan pengalaman empiris para pendamping desa di lapangan.
Sebagai produk akhir kegiatan, setiap kelompok mahasiswa menghasilkan sebuah
video tematik
berdasarkan rangkuman hasil diskusi mereka bersama praktisi.
Video ini menjadi bentuk refleksi akademik mahasiswa sekaligus bukti kreativitas mereka dalam memahami berbagai aspek politik dan pemerintahan desa.
Koordinator Kabupaten Pendamping Desa Kabupaten Melawi,
Ferri Agung Sasongko
, menyampaikan apresiasi atas sinergi ini.
“Pendampingan desa tidak cukup hanya dengan memahami teori; dibutuhkan juga kepekaan sosial dan kemampuan membaca dinamika lokal. Pertemuan seperti ini mempertemukan dua dunia penting, akademisi dan praktisi. Kami berharap kolaborasi ini memperkuat sinergi antara kampus dan lapangan dalam upaya membangun desa yang mandiri dan berdaya,” ujarnya.
Salah satu mahasiswa peserta,
Reza Prananda
, mengungkapkan kesannya;
"Mendengar langsung pengalaman para pendamping membuat kami sadar bahwa membangun desa bukan hanya soal kebijakan, tapi juga tentang partisipasi, kepercayaan, dan kepemimpinan lokal. Diskusi ini membantu saya memperjelas pemahaman tentang bagaimana politik dan pemerintahan desa dari praktisinya langsung.”
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Politik Untan menegaskan komitmennya untuk melahirkan lulusan yang kritis, reflektif, dan peka terhadap realitas sosial, serta memiliki kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.