faktakalbar

Krisis Chip Memori 2026: Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Diprediksi Naik Jadi Rp23,5 Juta, Bonus Pre-order Terancam Dipangkas

Penulis: Dimas Tuesday, 10 February 2026 📖 2 menit
Krisis Chip Memori 2026: Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Diprediksi Naik Jadi Rp23,5 Juta, Bonus Pre-order Terancam Dipangkas
Faktakalbar.id, TEKNO – Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi konsumen smartphone global. Krisis kelangkaan chip memori yang melanda industri teknologi diperkirakan bakal mengerek harga ponsel pintar secara signifikan, termasuk lini flagship terbaru Samsung, Galaxy S26 Ultra. Rumor yang beredar kuat menjelang peluncuran resminya menyebutkan bahwa Samsung Galaxy S26 Ultra di pasar Amerika Serikat berpotensi dibanderol mulai 1.399 dolar AS atau sekitar Rp23,5 juta. Angka ini naik 100 dolar AS dibandingkan pendahulunya, Galaxy S25 Ultra, yang tahun lalu dijual mulai 1.299 dolar AS (sekitar Rp21,8 juta). Baca Juga: HP Lemot Karena Memori Penuh? Lakukan 9 Cara Ampuh Ini Agar Performa Smartphone Kembali Gaspol Kenaikan harga ini menjadi isu sensitif bagi Samsung. Jika dikonversi ke mata uang Won Korea, harga tersebut akan menembus batas psikologis 2 juta won, melampaui harga dasar pesaing utamanya, iPhone 17 Pro Max. Strategi Efisiensi: Bonus Pre-order Terancam Pangkas Untuk menahan lonjakan harga jual langsung ke konsumen, Samsung dikabarkan tengah menyiapkan strategi efisiensi biaya pemasaran. Salah satu dampaknya adalah pengurangan insentif penjualan yang selama ini memanjakan pembeli awal. Promo pre-order "free double storage" (peningkatan kapasitas penyimpanan gratis) yang selalu menjadi daya tarik utama seri Galaxy S, kabarnya sedang dikaji ulang untuk ditiadakan atau dikurangi. Langkah ini diambil agar harga ritel tetap kompetitif tanpa menggerus margin perusahaan terlalu dalam akibat kenaikan biaya produksi. Baca Juga: Mengenal Fitur Dark Mode di Smartphone: Bukan Sekadar Tren, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan Mata dan Baterai Tren Kenaikan Harga HP Global 2026 Laporan terbaru dari firma riset pasar International Data Corporation (IDC) memproyeksikan harga jual rata-rata smartphone keluaran 2026 bisa naik antara 3 persen hingga 8 persen. Krisis ini tidak hanya memukul raksasa seperti Samsung dan Apple, tetapi juga vendor entry-level seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo yang memiliki margin keuntungan lebih tipis. Akibat lonjakan biaya produksi ini, beberapa peningkatan spesifikasi kemungkinan besar akan tertunda. Samsung dan Apple diprediksi tetap bertahan dengan kapasitas RAM 12 GB pada model flagship 2026 mereka demi menekan biaya. Adapun Samsung Galaxy S26 series dijadwalkan akan melakukan debut perdana dalam acara Galaxy Unpacked di San Francisco, AS, pada 25 Februari 2026 mendatang. Publik kini menanti apakah fitur-fitur baru seperti kamera 200MP dan layar anti-spy mampu mengimbangi kenaikan harga yang cukup signifikan tersebut. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK