Pria Ditemukan Tewas di Parit Pontianak Barat, Diduga Alami Kambuh Penyakit Saraf
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Warga Jalan Sawo, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria berusia 26 tahun pada Sabtu (26/04/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.
Pria yang ditemukan mengenakan kaos dan celana pendek tersebut pertama kali terlihat oleh seorang anak kecil dalam kondisi mengapung di sebuah parit.
Seorang warga bernama Rahmat, yang ikut menyaksikan proses evakuasi, menceritakan bahwa jasad korban ditemukan sekitar pukul 6 pagi.
Baca juga:
Dua Hari Hilang, Bocah 12 Tahun Tenggelam di Sungai Kapuas Ditemukan Meninggal
"Sekitar jam 6 pagi ditemukan sudah mengambang, dia memang biasa lewat sini. Untuk bekas pukulan tidak ada, kekerasan juga tidak kelihatan, mungkin mabuk atau pingsan," ungkap Rahmat.
"Pas ditemukan sudah dingin, kayaknya sudah lama," tambahnya.
Kapolsek Pontianak Barat, AKP Basuki, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari seorang saksi bernama Jeremy, korban diketahui bernama Jesreel Martin, yang juga merupakan sepupu dari saksi.
"Korban tidak diketahui pihak keluarga ketika turun dari rumah. Kemudian saksi atau sepupu yang mencari korban, melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam parit serta dikerumuni warga," terang AKP Basuki.
Basuki menambahkan, menurut keterangan Jeremy, Jesreel Martin mengidap penyakit pada bagian saraf otak yang menyebabkan korban bisa tiba-tiba pingsan dan mengalami kejang-kejang.
"Penyakit yang diidap korban, yakni sakit pada bagian saraf otak akibat kecelakaan saat bermain futsal pada tahun 2016. Apabila penyakit kambuh, korban mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri dalam rentang waktu satu jam," papar Basuki. (amb)
Baca juga:
Diresmikan Wali Kota Pontianak, Kantor Lurah Sungai Jawi Luar Resmi Beroperasi
Tag:
#Berita Pontianak
#FaktaKalbar.id
#pria tewas pontianak barat
#berita hari ini pontianak
#sungai jawi
#Kapolsek Pontianak Barat
#AKP Basuki
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.