faktakalbar

Produksi Batu Bara RI 2026 Turun, ESDM: 73 Persen Cadangan Kalori Rendah

Penulis: Redaksi Tuesday, 11 November 2025 📖 1 menit
Produksi Batu Bara RI 2026 Turun, ESDM: 73 Persen Cadangan Kalori Rendah
Faktakalbar.id, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) memproyeksikan produksi batu bara nasional pada 2026 akan mengalami penurunan. Selain permintaan dari China dan India yang melemah, Indonesia juga menghadapi tantangan struktural, yakni 73 persen cadangan batu baranya berkualitas kalori rendah, Selasa (11/11/25). Baca Juga:   ESDM: Tarif Listrik Harusnya Naik di Triwulan IV 2025, tapi Ditahan Demi Jaga Daya Beli Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno , mengatakan pemerintah tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap target produksi. Ia memastikan target tahun depan diperkirakan akan di bawah 700 juta ton. "Iya, otomatis kita menyesuaikan. Sedang kita lakukan evaluasi. Mungkin di bawah 700-an (juta)," kata Tri ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (11/11/2025). Target ini lebih rendah dibandingkan target produksi batu bara RI pada 2025 yang ditetapkan sebesar 735 juta ton. Penurunan target ini sejalan dengan prediksi menyusutnya ekspor batu bara RI ke negara tujuan seperti China dan India pada tahun ini, yang diperkirakan berkurang 20-30 juta ton. Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara ESDM, Surya Herjuna, mengungkapkan penurunan ekspor terjadi salah satunya karena meningkatnya kapasitas produksi batu bara di China. "Kalau dilihat sekarang produksi China naik. China juga impornya agak turun. India sih agak stabil. China terutama ya," ungkapnya. Di sisi lain, Surya mengakui masalah utama yang dihadapi Indonesia terletak pada kualitas kalori. Baca Juga:  Aturan Baru Pertambangan Minerba: Demokratisasi di Atas Kertas, Jebakan Patronase di Lapangan? Meskipun Indonesia memiliki cadangan batu bara sekitar 31 miliar ton dan sumber daya 93 miliar ton, posisinya kurang kompetitif. "Problemnya 73 persen kalori rendah, yang kalori tinggi cuma 5 persen, yang kalori menengah cuma sekitar 8 persen," katanya. Kondisi tersebut menjadikan posisi Indonesia sulit bersaing saat pasar global membutuhkan pasokan batu bara kalori tinggi. Surya menambahkan, batu bara dengan kalori tinggi umumnya berasal dari tambang-tambang lama yang sulit diakses. "Yang SR (Stripping Ratio) sudah mulai di atas 10-15, bahkan biasanya lokasinya lahan-lahan kawasan hutan, lahan yang susah dibuka," ujarnya. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK