faktakalbar

Profil Oevaang Oeray: Gubernur Pertama Kalbar dari Kalangan Dayak

Penulis: Redaksi Saturday, 27 December 2025 📖 2 menit
Profil Oevaang Oeray: Gubernur Pertama Kalbar dari Kalangan Dayak
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Sejarah politik Kalimantan Barat tidak bisa lepas dari nama besar Oevaang Oeray. Sosoknya melegenda sebagai pemimpin yang berani memperjuangkan kesetaraan dan hak-hak masyarakat lokal di kancah nasional. Oevaang Oeray tercatat dalam tinta emas sejarah sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Barat yang pertama dari kalangan putra daerah (Dayak). Ia memimpin provinsi ini pada periode 1960 hingga 1966, sebuah masa transisi yang penuh gejolak politik. Berikut adalah profil singkat sang pejuang. Baca Juga: Konten Kreator Riezky Kabah Diadili, Ormas Dayak Tuntut Penjara Sekaligus Sanksi Adat Awal Perjuangan Lewat Pendidikan Oevaang Oeray lahir di Kedamin , Kapuas Hulu, pada 18 Agustus 1922. Ia memahami bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengangkat harkat martabat kaumnya. Ia menempuh pendidikan di seminari dan sempat menjadi guru. Latar belakang pendidikan inilah yang membentuk karakter Oevaang Oeray menjadi sosok yang kritis dan vokal terhadap ketidakadilan yang menimpa masyarakat pedalaman saat itu. Pendiri Partai Persatuan Dayak (PPD) Karier politik Oevaang Oeray semakin bersinar ketika ia mendirikan Partai Persatuan Dayak (PPD) pada tahun 1945. Melalui partai ini, Oevaang Oeray menggalang kekuatan politik masyarakat Dayak. Ia berhasil membawa PPD menjadi kekuatan politik yang dominan di Kalimantan Barat pada masanya. Partai ini bahkan sukses meraih suara signifikan dalam Pemilu 1955. Oevaang Oeray menggunakan panggung politik ini untuk menyuarakan aspirasi masyarakat yang selama ini terpinggirkan agar mendapatkan akses pembangunan yang setara. Menjadi Gubernur Kalbar Puncak karier politiknya terjadi pada tahun 1960. Oevaang Oeray menerima mandat sebagai Gubernur Kalimantan Barat, menggantikan pejabat sebelumnya. Selama menjabat, ia menghadapi tantangan berat, mulai dari situasi ekonomi yang belum stabil hingga situasi politik nasional yang memanas akibat Konfrontasi dengan Malaysia dan peristiwa G30S di akhir masa jabatannya. Meski demikian, kepemimpinannya memberikan pondasi penting bagi pemerintahan daerah otonom di Kalimantan Barat. Salah satu kutipan terkenalnya yang terus hidup di tengah masyarakat Dayak adalah seruan untuk bersatu dan membangun kemandirian politik. Semangat ini terus menginspirasi generasi muda Kalbar hingga hari ini. Warisan Sang Tokoh Oevaang Oeray wafat pada 17 Juli 1986. Meski telah tiada, namanya tetap harum. Pemerintah mengabadikan namanya pada beberapa fasilitas umum di Kalimantan Barat, termasuk GOR Pangsuma (Pangsuma adalah rekan seperjuangannya) dan jalan-jalan utama. Baca Juga:  Maut di Kolam Renang JC Oevang Oeray! Remaja Tewas Tenggelam di Tengah Keramaian Pontianak Mengenal Oevaang Oeray bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan memahami semangat persatuan dalam keberagaman yang ia perjuangkan untuk bumi khatulistiwa. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK