faktakalbar

Program Tanaman Kedelai di Landak Tuai Skeptisisme Warganet

Penulis: Redaksi Tuesday, 20 January 2026 📖 1 menit
Program Tanaman Kedelai di Landak Tuai Skeptisisme Warganet
Faktakalbar.id, LANDAK – Agenda kunjungan kerja Bupati Landak , Karolin Margret Natasa, saat meninjau lahan penyuluhan di Kecamatan Jelimpo, Senin (19/1/2026), mendapat sorotan tajam di media sosial. Publikasi mengenai program tanaman kedelai varietas Grobogan tersebut memicu reaksi kritis dari warganet yang mempertanyakan keberlanjutan program pertanian pemerintah daerah. Baca Juga: Sulap Lahan Kritis Bekas Perkebunan Sawit, Pemkab Landak Buktikan Jagung Bisa Produktif Kegiatan yang berlangsung di UPTD Tanaman Holtikultura DPPKP Kabupaten Landak ini sejatinya bertujuan untuk memantau progres lahan percontohan pengelolaan tanaman terpadu. Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Landak. Meskipun pemerintah daerah menunjukkan optimisme terhadap program tanaman kedelai ini, respons berbeda justru muncul di kolom komentar media sosial. Sejumlah warga internet (warganet) tampak skeptis dan mengungkit kembali program pertanian sebelumnya yang dinilai tidak berjalan efektif. Salah satu sorotan datang dari warganet dengan nama akun Da Daku Ku. Ia mempertanyakan nasib program penanaman jagung yang pernah digalakkan sebelumnya namun kini tidak terdengar kabarnya. “Dulu nanam jagung tapi ga tau sekarang?” tulis akun Da Daku Ku. Dalam komentar lanjutannya, akun tersebut juga mengingatkan pemerintah agar tidak bekerja setengah hati. Ia menilai program yang tidak fokus hanya akan bersifat sementara. “Kalo ga fokus cuma temprorer dan asal2an kemungkin ga bisa bertahan lama,” lanjutnya memberikan kritik. Kritik senada juga dilontarkan oleh warganet lain dengan nama akun Basudewa. Komentar tersebut menyoroti aspek efisiensi anggaran negara. Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, PTPN IV dan Pemkab Landak Tanam Jagung di Lahan Replanting Sawit Ia berharap agar pemerintah tidak sekadar membuat program seremonial yang pada akhirnya tidak memberikan hasil nyata bagi masyarakat atau nol besar. “Semoga program seperti itu tidak terulang terus... Pemborosan anggaran negara.... Hasilnya nol besar,” tulis Basudewa menimpali. Reaksi ini menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Landak sangat mengharapkan adanya evaluasi mendalam terhadap setiap kebijakan pertanian. Publik berharap program tanaman kedelai yang baru diluncurkan ini tidak bernasib sama dengan program-program sebelumnya yang dinilai layu sebelum berkembang. (Natash)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK