faktakalbar

Proyek DME Pengganti LPG Ditargetkan Jalan 2026, BPI Danantara Ambil Alih Studi Kelayakan

Penulis: Redaksi Monday, 10 November 2025 📖 2 menit
Proyek DME Pengganti LPG Ditargetkan Jalan 2026, BPI Danantara Ambil Alih Studi Kelayakan
Faktakalbar.id, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM ) menargetkan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) dapat berjalan pada tahun 2026. Proyek strategis ini diproyeksikan untuk memproduksi DME sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri. Baca Juga: Subsidi Rp 30.000, Harga LPG 3 Kg di Pengecer Masih Tembus Rp 22.000 Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah menyerahkan proyek tersebut kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara ( Danantara ) untuk memasuki tahap feasibility study (FS) atau studi kelayakan. “Jadi untuk FS dengan kita sudah serahkan ke Danantara, ya kita harapkan lebih cepat lebih baik. Kalau bisa eksekusinya tahun depan (2026) itu sudah bisa dilaksanakan,” kata Yuliot, dikutip Senin (10/11/2025). Yuliot menjelaskan, proses ini dimulai dengan persiapan FS seperti penyiapan lahan, perizinan, hingga proses lainnya sampai proyek DME tersebut bisa dieksekusi. Saat ini, lanjut Yuliot, Danantara tengah mengkaji proposal pra-FS yang sebelumnya telah disiapkan oleh Kementerian ESDM. “Dari Kementerian ESDM kan sudah menyampaikan pra-FSnya ke Danantara. Jadi kan juga lagi diselesaikan itu bagaimana dari pra-FS yang disiapkan oleh Kementerian ESDM, itu nanti akan dilihat kembali sampai detail FS dievaluasi oleh Danantara,” tambahnya. Sebelumnya, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan proses evaluasi di Danantara akan sangat teliti. Pihaknya ingin memastikan teknologi yang digunakan adalah yang paling efisien, belajar dari kegagalan proyek serupa sebelumnya. “Kita juga memastikan dulu untuk teknologinya, teknologi yang kita utamakan adalah yang up to date juga dan paling efisien lah, karena kan DME ini dulu pernah dicoba jalankan, ya kan? sempat groundbreaking malah, tapi kemudian berhenti,” kata Rosan, usai rapat di Istana Negara, Kamis (6/11/2025). “Nah hal itu yang kami kalau di Danantara tidak ada, tidak mau ada hal itu terjadi,” tegasnya. Sebagai informasi, pemerintah sudah melakukan peletakan batu pertama proyek hilirisasi batu bara ini pada 24 Januari 2022 di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Baca Juga: Menkeu Purbaya Beberkan Harga Asli LPG 3 Kg: Tembus Rp 42.750 per Tabung Namun, investor utamanya saat itu, Air Product and Chemicals Inc. (AS), hengkang dari proyek. Terkait pendanaan, Rosan menyebut Danantara bisa melakukan investasi langsung, namun ia belum bisa membeberkan nominalnya. “Saya nggak ingat angkanya, soalnya ada banyak angka-angkanya,” kata Rosan. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK