Proyek Rehabilitasi Kawasan Pendopo Total Rp 1.5 Milyar Ditemukan Dipecah Enam
Faktakalbar.id, PONTIANAK
- Pemerintah
Provinsi
Kalimantan Barat
kembali
mengalokasikan
anggaran
miliaran
rupiah
untuk
mempercantik
kawasan
Pendopo
Gubernur
di Jalan A.
Yani
.
Enam
proyek
rehabilitasi
fasilitas
di
kompleks
tersebut
dipaketkan
secara
terpisah
, masing-masing
senilai
Rp250
juta
,
meskipun
seluruh
pekerjaan
berada
dalam
satu
lokasi
.
Enam
paket
proyek
itu
meliputi
rehabilitasi
kolam
renang
,
lapangan
tenis
, pos jaga,
pagar
keliling
,
drainase
, dan air
mancur
pendopo
.
Seluruh
pekerjaan
ini
telah
tercantum
dalam
Rencana
Umum
Pengadaan
(
RUP
) dan
ditayangkan
untuk
dilelang
melalui
Layanan
Pengadaan
Secara
Elektronik
(
LPSE
)
Provinsi
Kalimantan Barat pada
tahun
anggaran
2025.
Masing-masing
paket
terdiri
atas
anggaran
perencanaan
senilai
Rp30
juta
,
pengawasan
Rp20
juta
, dan
fisik
Rp200
juta
.
Faktakalbar.id
menemui
Kepala
Bidang
Cipta
Karya
Dinas PUPR
Provinsi
Kalimantan Barat,
Isfandiar
, 29
Juli
lalu
untuk
mengklarifikasi
pemecahan
paket
yang
seluruhnya
berada
di
satu
kawasan
tersebut
. Jika
dijumlahkan
, total
pekerjaan
fisik
mencapai
Rp1,2
miliar
.
Baca Juga:
Jalan Rusak Dibiarkan, Pemprov Kalbar Malah Kucurkan Rp1,5 Miliar Cuma untuk Desain Pendopo?
Isfandiar
menjelaskan
bahwa
pemecahan
proyek
dilakukan
karena
perbedaan
klasifikasi
pekerjaan
berdasarkan
subkegiatan
dan
kebutuhan
Sertifikat
Badan Usaha (
SBU
) yang
berbeda
.
"Di
Cipta
Karya
itu
ada
dua
subkegiatan
, yang
pertama
subkegiatan
perawatan
pembangunan
, yang
kedua
bangunan
dan
lingkungan
.
Untuk
pos jaga
misalnya
,
itu
butuh
SBU 009
,
bangunan
lainnya
.
Tapi
beda
dengan
kolam
renang
. Jadi
bukan
dipecah-pecah
sembarangan
,"
ujarnya
.
Ia
juga
menambahkan
bahwa
seluruh
paket
telah
melalui
proses
pengadaan
dan
diumumkan
secara
terbuka
lewat
LPSE.
Isfandiar
menyebut
usulan
proyek
berasal
dari
Biro
Umum
Sekretariat
Daerah
Provinsi
Kalimantan Barat.
Ketika
ditanya
mengenai
urgensi
perbaikan
,
Isfandiar
menyebut
fasilitas
tersebut
masih
bisa
digunakan
,
tetapi
kualitasnya
sudah
menurun
.
"
Kalau
bisa
dipakai
sih
tetap
bisa
lah
.
Cuma
sudah
jelek
.
Dibaguskanlah
. Kan
tamu
juga
kadang
menginap
di situ,"
jelasnya
.
Fokus
pada
peningkatan
kenyamanan
pejabat
di
lingkungan
pendopo
ini
semakin
terlihat
di era
kepemimpinan
Gubernur
Ria
Norsan
.
Di
saat
berbagai
ruas
jalan
dan
jembatan
di Kalimantan Barat
masih
rusak
dan minim
pemeliharaan
,
anggaran
justru
dialokasikan
untuk
memperindah
kolam
renang
,
lapangan
tenis
,
hingga
air
mancur
di
kediaman
resmi
gubernur
.
Sebelumnya
, Faktakalbar.id juga
mencatat
pengadaan
mobil
dinas
untuk
Sekretariat
Daerah Kalbar yang
mencapai
Rp15
miliar
dan
perencanaan
penataan
pendopo
senilai
Rp1,5
miliar
pada
tahun
anggaran
yang
sama
.
(D
hn
)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.