faktakalbar

Proyek SPALD-T Pontianak Dimulai, Waspada Macet di 22 Ruas Jalan

Faktakalbar.id - Pelaksanaan konstruksi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di Kota Pontianak berpotensi memicu hambatan arus lalu lintas.

Penulis: Natash Thursday, 20 August 2026 📖 2 menit
Proyek SPALD-T Pontianak Dimulai, Waspada Macet di 22 Ruas Jalan
Pengerjaan galian pipa air limbah domestik memakan sebagian badan jalan raya utama di wilayah Kota Pontianak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pelaksanaan konstruksi Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) di Kota Pontianak berpotensi memicu hambatan arus lalu lintas.

Jalur pengerjaan perpipaan limbah ini melintasi kawasan perkantoran, pusat pendidikan, pasar, hingga permukiman padat penduduk.

Rute galian proyek juga bersinggungan langsung dengan akses utama distribusi angkutan kendaraan berat menuju area pelabuhan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengakui pelaksanaan proyek raksasa ini memiliki sejumlah tantangan teknis dan sosial di lapangan.

Karakteristik tanah gambut yang lembek serta tingginya muka air tanah menuntut tingkat ketelitian ekstra dalam pengerjaan konstruksi.

“Ini tantangan dalam pelaksanaan, sehingga bisa menyebabkan permasalahan di lapangan seperti kemacetan dan masalah sosial lainnya,” katanya.

Proses penanaman pipa difokuskan pada area badan jalan guna menghindari polemik pembebasan lahan milik masyarakat setempat.

Keberadaan tumpukan material proyek dan pengoperasian alat berat dipastikan akan memakan lajur dan memperlambat laju kendaraan.

Pemerintah daerah mengklaim telah menyiapkan skema mitigasi lalu lintas guna menekan dampak kemacetan selama proyek berlangsung.

Penggalian perpipaan dalam ini dijadwalkan memakan sebagian badan jalan pada 22 ruas jalan raya utama di Kota Pontianak.

Beberapa titik pengerjaan jalan yang terdampak meliputi Jalan Komyos Sudarso, Jalan Tanjungpura, Jalan Karet, hingga kawasan Kompleks Yuka.

Lokasi galian lainnya juga mencakup Jalan DR. Setia Budi, Jalan Hijas, Jalan Jendral Urip, Jalan Siam, serta Jalan Wolter Monginsidi.

Masyarakat pengguna jalan diimbau mencari rute alternatif untuk menghindari potensi kemacetan panjang di sekitar area proyek.

Plt Direktur Sanitasi Kementerian Pekerjaan Umum Sandhi Eko Bramono menyadari karakteristik geografis kawasan ini membutuhkan akurasi teknis tingkat tinggi.

“Keakuratan konstruksi ini menjadi penting karena pipa air limbah tidak bertekanan, rata-rata mengalir gravitasi. Kepresisian pada waktu konstruksi, termasuk kemiringan pipa, menjadi penting,” jelasnya.

Pengerjaan fisik saluran pembuangan limbah ini akan terus berjalan secara bertahap hingga target penyelesaian keseluruhan pada tahun 2030.

Pemerintah membuka layanan pengaduan khusus bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh aktivitas pekerjaan alat berat di lapangan.

Aduan dan keluhan masyarakat dapat dikirimkan langsung melalui surat elektronik resmi ke alamat cisp03kotapontianak@gmail.com.

Saluran pelaporan publik ini juga dapat diakses melalui sambungan telepon di nomor 0821-877-9464 selama jam kerja operasional.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK