faktakalbar

PT Antam Site Toho Mandek, Pasokan Bauksit ke BAI Masih dari Luar Mempawah

Faktakalbar.id - Sumber bauksit PT Aneka Tambang (Antam) di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, belum mampu memasok secara maksimal kebutuhan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Penulis: DHN Saturday, 15 August 2026 📖 2 menit
PT Antam Site Toho Mandek, Pasokan Bauksit ke BAI Masih dari Luar Mempawah
Jalan hauling sepanjang sekitar 32 kilometer disebut menjadi akses penghubung kawasan tambang bauksit PT Antam di Toho dengan fasilitas pengolahan PT BAI di Sungai Kunyit. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Sumber bauksit PT Aneka Tambang (Antam) di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, belum mampu memasok secara maksimal kebutuhan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Jalan hauling sepanjang sekitar 32 kilometer yang menjadi penghubung tambang dengan fasilitas pengolahan BAI di Sungai Kunyit hingga kini belum rampung.

Kondisi ini membuat rantai pasok bauksit dari Mempawah belum tersambung. Di tengah kebutuhan bahan baku PT BAI yang terus berjalan, pasokan justru masih didatangkan dari luar Mempawah melalui Pelabuhan Pelindo di Sungai Kunyit.

Padahal, PT Antam sebelumnya diharapkan menjadi salah satu pemasok utama bauksit bagi PT BAI. Potensi bahan baku tersedia di wilayah Toho, tetapi akses untuk mengangkutnya menuju fasilitas pengolahan belum sepenuhnya siap.

Kawasan tambang bauksit PT Antam. (Dok. Ist)Kawasan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI). (Dok. Ist)

Seorang warga sekitar yang mengetahui kondisi proyek mengatakan persoalan jalan menjadi salah satu kendala utama dalam distribusi bauksit dari Toho.

"Kalau jalan hauling belum selesai, pasokan dari PT Antam ke PT BAI tentu belum bisa berjalan maksimal," kata warga tersebut.

Warga lainnya, Bujang, mengatakan jalan hauling yang menghubungkan kawasan tambang PT Antam dengan PT BAI memiliki panjang sekitar 32 kilometer. Hingga kini, pembangunan jalan tersebut belum selesai.

"Jalan hauling sekitar 32 kilometer itu belum selesai," ujar Bujang.

Menurut Bujang, pekerjaan jalan tersebut juga terkendala persoalan pembayaran sehingga pelaksanaannya mengalami kemacetan. Kondisi itu berdampak terhadap kesiapan jalur distribusi bauksit dari kawasan tambang menuju fasilitas pengolahan.

“Pekerjaannya terkendala pembayaran. Karena itu pembangunan jalan jadi tersendat dan sampai sekarang belum selesai. Dampaknya, jalur distribusi bauksit dari tambang menuju fasilitas pengolahan belum bisa digunakan secara optimal,” ujar Bujang.

Dalam rantai kegiatan di lapangan, PT Antam berada di sisi hulu sebagai pemegang konsesi pertambangan. PT Presisi disebut berperan sebagai kontraktor utama dalam pekerjaan di kawasan tersebut.

Sementara pembangunan jalan hauling berkaitan dengan pekerjaan yang disebut dikerjakan PT Modern melalui pekerjaan yang diperoleh dari tender PT Sinergi Mitra Lestari atau PT Sinergi ID.

"Dari PT Antam ke Presisi, kemudian PT Sinergi ID dan berakhir di PT BAI," kata Bujang, menggambarkan rantai kegiatan dari kawasan tambang hingga fasilitas pengolahan.

Kondisi tersebut membuat potensi pasokan bauksit dari wilayah konsesi PT Antam di Toho belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh PT BAI.

Warga menilai penyelesaian jalan hauling menjadi bagian penting untuk menghubungkan sumber bahan baku di wilayah Toho dengan fasilitas pengolahan di Sungai Kunyit.

"Kalau infrastrukturnya tidak selesai, potensi pasokan dari Toho akan tetap sulit dimaksimalkan," ujar warga tersebut.

Dengan kondisi itu, rantai pasok bauksit dari hulu ke hilir di Mempawah belum sepenuhnya tersambung. PT Antam memiliki sumber bauksit di wilayah Toho, sedangkan PT BAI membutuhkan pasokan bahan baku untuk fasilitas pengolahannya.

Namun, jalan hauling sepanjang sekitar 32 kilometer yang menjadi penghubung kedua titik tersebut belum rampung. Akibatnya, kebutuhan bauksit PT BAI masih harus dipenuhi dari luar wilayah Mempawah.

Hingga berita ini ditulis, Faktakalbar.id belum memperoleh konfirmasi dari pihak PT Aneka Tambang (Antam) terkait progres pembangunan jalan hauling sepanjang sekitar 32 kilometer, kendala pembayaran yang disebut menjadi penyebab pekerjaan tersendat, serta rencana pemanfaatan jalur tersebut untuk mendukung pasokan bauksit ke PT Borneo Alumina Indonesia (BAI).

Konfirmasi kepada pihak PT Antam akan dilakukan dan berita ini akan diperbarui setelah tanggapan diperoleh.

(DHN)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK