faktakalbar

PT Mayawana Persada Paparkan Capaian Konservasi dan Operasional di Kick Off Program RBP REDD+ GCF

Penulis: Redaksi Tuesday, 03 February 2026 📖 3 menit
PT Mayawana Persada Paparkan Capaian Konservasi dan Operasional di Kick Off Program RBP REDD+ GCF
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Direktur  PT Mayawana Persada tampil sebagai Nara sumber dalam diskusi panel pada acara peluncuran atau Kick Off Program Result Based Payment (RBP) R ED + Green Climate Fund di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kamis (29/01/26) pekan lalu. Dalam kegiatan yang dibuka Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan itu, Direktur PT Mayawana Persada , Iwan Budiman , memaparkan kronologis keberadaan dan operasional PT Mayawana Persada . Mulai dari profil perusahaan, Visi dan Misi Perusahaan, hingga berbagai capaian serta kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar melalui Corporate Social Responsibilty (CSR). Iwan Budiman dalam presentasinya menunjukkan foto-foto/slide sertifikat yang sudah dicapai PT Mayawana Persada berikut penghargaan yang diterima PT MWP. Sertifikasi penting yang sudah didapat PT Mayawana Persada diantaranya PHL, IFCC , SMK3, ISO 14001:2015 , dan PROPER . Baca Juga:  Smelter PT BAP di Ketapang Terbakar, Polisi Duga Akibat Gangguan Listrik PT Mayawana Persada merupakan perusahaan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan izin dari Kemeterian Kehutanan dengan luas area 138.240,4 hektare . Areal PT Mayawana Persada terletak di Kabupaten Ketapang yang meliputi dua kecamatan dan Kabupaten Kayong Utara mencakup tiga kecamatan. Dari luasan konsesi PT Mayawana Persada tersebut, tidak semua dimanfaatkan untuk produksi, tapi juga untuk kepentingan lainnya. Salah satu pemanfaatan areal selain produksi yang terpenting adalah areal konservasi. Perhitungan awal total areal konservasi indikatif PT Mayawana Persada seluas 3 8.987,68 hektare . Tujuan paling utama pemanfaatan areal konservasi tersebut untuk melindungi keberadaan habitat Orangutan, flora dan fauna lainnya. Menurut hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan tim survey Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura Pontianak, kehidupan Orangutan di areal konservasi PT Mayawana Persada terjaga dan berkembang dengan sangat baik. “Hal itu dibuktikan dengan hasil rekaman camera trap yang dipasang pada titik-titik tertentu di areal yang disurvey,” kata Iwan. Baca Juga:  Polres Kayong Utara Amankan Audiensi TKBM Bina Mulia Camera trap bahkan ada merekam satu keluarga Orangutan yang terdiri dari jantan dan betina dewasa dengan anaknya. “Hasil rekaman tersebut sangat luar biasa, karena jarang ditemukan atau terekam kamera,” kata Iwan. Selanjutnya hasil kajian Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura Pontianak, juga mengusulkan mengoptimalkan HCS dengan total luas indikatif 42.509 hektare atau 30% dari total konsesi untuk Peta Integrate Conservation and Land Use Plan , sesuai standar HCSA . Selain itu, Iwan Budiman menjelaskan, Mayawana Persada memiliki Nursery atau pusat pembibitan yang tercanggih dan terbesar di Kalimantan Barat dengan produksi bibit siap tanam 44,5 juta bibit/tahun . Dalam proses produksi bibit, Mayawana Persada sudah menerapkan teknologi lebih maju. Tidak lagi memulai dari biji benih, tapi sudah menggunakan metode cutting, sehingga mampu menghasilkan bibit yang lebih bagus, diantaranya akar kuat, pertumbuhan cepat dan batang pohon bisa lebih tinggi. Di sisi kemasyarakatan, PT Mayawana Persada memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar konsesi melalui CSR serta CD (Community Development) . Baca Juga:  Perkuat Keamanan Wilayah, Polres Ketapang Ajak Habaib Bersinergi Jaga Kamtibmas Program CSR, mencakup bidang Kesehatan, Pendidikan, dan keagamaan. Misalnya PT Mayawana Persada memberikan insentif bagi guru honorer, bea siswa, dan menyumbangkan mobil ambulance untuk lima desa di sekitar areal operasional perusahaan. [caption id="attachment_71490" align="aligncenter" width="650"] Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, saat memaparkan materi mengenai mitigasi iklim dan perlindungan ekosistem krusial dalam acara peluncuran Program Result Based Payment (RBP) REDD+ dan Green Climate Fund. (Dok. HO/Faktakalbar.id)[/caption] Sedangkan untuk program CD, PT Mayawana Persada melakukan penguatan ekonomi lokal dan harmoni sosial, seperti pelatihan peternakan ayam broiler serta Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yaitu madu. “Kami sekarang sudah menghasilkan produk madu kemasan botol yang kami beri nama Madu Maya,” kata Iwan. Untuk menangani konflik sosial, PT Mayawana Persada melakukan pendekatan untuk bisa menjadi kemitraan. Misalkan, menawarkan kemitraan, atau agroforesti .  Sehingga masyarakat memperoleh kepastian kelola dan perusahaan mendapat kepastian berusaha. (*Red/Ryle)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK