faktakalbar

Pulihkan Trauma Anak Korban Kabut Asap Karhutla, Sespimmen Polri Gelar Pendampingan Door to Door di Kubu Raya

Faktakalbar.id - Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 menggelar aksi pendampingan psikologis dan trauma healing secara door to door bagi belasan anak terdampak kepungan asap karhutla di Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya pada Jumat, 11 Se…

Penulis: Wati Saturday, 12 September 2026 📖 1 menit
Pulihkan Trauma Anak Korban Kabut Asap Karhutla, Sespimmen Polri Gelar Pendampingan Door to Door di Kubu Raya
Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 memberikan hiburan edukatif dalam sesi trauma healing untuk anak-anak terdampak asap di Kubu Raya. (Dok. Polres Kubu Raya)

Faktakalbar.id - Peserta Didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 menggelar aksi pendampingan psikologis dan trauma healing secara door to door bagi belasan anak terdampak kepungan asap karhutla di Desa Punggur Kecil, Kabupaten Kubu Raya pada Jumat, 11 September 2026.

Pendekatan secara langsung dari rumah ke rumah ini difokuskan di Jalan Pelita III Dusun Nusa Indah guna memulihkan kecemasan anak-anak pascabencana.

Anak-anak diajak berinteraksi melalui permainan edukatif serta komunikasi ringan untuk mengembalikan rasa aman yang sempat terganggu akibat teror api dan kabut asap pekat.

Selain hiburan interaktif, tim psikologi membantu anak-anak mengenali serta mengekspresikan emosi agar tidak terpaku pada bayang-bayang ketakutan.

Puluhan warga dewasa di pemukiman tersebut turut diberikan ruang konseling untuk memproses tekanan psikologis akibat hilangnya kenyamanan lingkungan.

"Karhutla tidak hanya meninggalkan dampak fisik berupa kerusakan lahan dan pencemaran udara. Bagi masyarakat yang terpapar asap, terus berada dalam situasi waspada, kondisi tersebut juga dapat menimbulkan tekanan psikologis, khususnya pada anak-anak," kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Ade.

Kegiatan pemulihan jiwa ini menjadi bagian dari Kuliah Kerja Profesi peserta didik Sespimmen Polri dalam mendukung Operasi Aman Nusa II di wilayah hukum setempat.

Langkah responsif ini dinilai efektif menjangkau kelompok rentan yang kerap luput dari perhatian pasca-pencetus bencana api padam.

Para orang tua di lokasi menyambut baik kehadiran tim pendamping yang membantu memulihkan rutinitas belajar serta keceriaan anak-anak mereka.

"Pendampingan psikologis bukan berarti menghapus pengalaman buruk, tetapi membantu anak dan masyarakat memproses pengalaman tersebut secara sehat, mengenali emosinya, mengurangi kecemasan, serta mengembalikan rasa aman," ujar Ade.

Pemulihan trauma psikologis dipandang sebagai komponen vital yang wajib berjalan beriringan dengan penyaluran bantuan medis pascabencana karhutla.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK