Puluhan Hektare Hangus Kasus Kebakaran Lahan Landa Tiga Wilayah Berbeda
Kasus Kebakaran Lahan melanda tiga wilayah di Indonesia pada pertengahan Juli 2026 yang menghanguskan puluhan hektare area bervegetasi kering.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat rentetan Kasus Kebakaran Lahan terjadi di tiga provinsi berbeda pada pertengahan Juli 2026.
Peristiwa bencana hidrometeorologi kering tersebut melanda wilayah Kabupaten Mojokerto, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Penajam Paser Utara secara berurutan.
Di wilayah Provinsi Jawa Timur hamparan area seluas dua hektare hangus terbakar di Desa Tawangsari Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto pada Selasa (14/7/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit armada penyuplai air ke lokasi kejadian.
Upaya pemadaman titik api oleh tim petugas gabungan lintas instansi di kawasan Mojokerto tersebut berhasil dituntaskan menjelang petang hari.
Sementara itu Kasus Kebakaran Lahan yang jauh lebih masif dilaporkan melanda kawasan Kota Banjarbaru di Provinsi Kalimantan Selatan.
Total lahan yang ludes terbakar di Kota Banjarbaru mencapai 14,8 hektare dan terpantau tersebar di empat kawasan kelurahan berbeda.
Area terdampak paling luas berada di wilayah Kelurahan Cempaka dengan luas 7,6 hektare disusul Kelurahan Landasan Ulin Timur seluas lima hektare.
Sisa titik api lainnya menjalar di Kelurahan Guntung Manggis dan Kelurahan Landasan Ulin Tengah yang akhirnya dipadamkan petugas pada Rabu (15/7/2026).
Insiden kebakaran serupa juga terjadi pada hamparan semak belukar seluas 2,42 hektare di Desa Girimukti Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur.
Tim gabungan dari dinas pemadam kebakaran, aparat kepolisian, dan personel militer berhasil melokalisasi pergerakan titik api pada hari kejadian.
Otoritas penanggulangan bencana memastikan seluruh sisa pembakaran pada ketiga wilayah provinsi tersebut telah sepenuhnya berhasil didinginkan.
Rentetan peristiwa alam ini merupakan bagian dari puluhan laporan insiden kebencanaan yang dipantau oleh otoritas pemantau cuaca tingkat nasional.
Petugas di lapangan terus melakukan penyisiran sisa bara api guna mencegah timbulnya kemungkinan perluasan pada area vegetasi yang sudah mengering.
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra mengingat kondisi cuaca panas diprediksi masih akan berlangsung lama.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.