Puluhan Hektare Lahan Hangus, Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas
Bencana kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Indonesia akibat kondisi cuaca yang makin mengering pada pertengahan Juli 2026. Pusat Pengendalian Operasi mencatat rentetan kejadian alam ini berdasarkan hasil pemantauan kebencanaan har…
Bencana kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Indonesia akibat kondisi cuaca yang makin mengering pada pertengahan Juli 2026.
Pusat Pengendalian Operasi mencatat rentetan kejadian alam ini berdasarkan hasil pemantauan kebencanaan harian hingga hari Sabtu (18/7/2026).
Ancaman kebakaran hutan dan lahan terpantau menunjukkan eskalasi serius di wilayah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.
Sekitar 40 hektare area berstatus hak guna usaha milik perusahaan swasta di Gampong Alue Kuyun, Kecamatan Darul Makmur, dilaporkan hangus terbakar.
Titik api di lokasi perkebunan tersebut diketahui sudah muncul sejak Jumat (10/7/2026) dan kembali dilaporkan membesar pada Kamis (16/7/2026).
Tim gabungan dari instansi penanggulangan bencana daerah setempat bersama pihak perusahaan masih terus berupaya mengendalikan penyebaran api menggunakan pompa air.
Kondisi cuaca yang kering dan berhembusnya angin membuat proses pemadaman menjadi sulit sehingga api berpotensi terus meluas jika tidak segera dikendalikan.
Selain di Provinsi Aceh, insiden serupa juga dilaporkan melanda Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Tim gabungan di wilayah kepulauan tersebut berhasil memadamkan lahan seluas tiga hektare yang terbakar di dekat perumahan Damai Lestari dan Pepabri pada Jumat (17/7/2026).
Di sisi lain, kondisi minim hujan ini turut memicu krisis air bersih di Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sebanyak 193 kepala keluarga atau 592 jiwa di desa tersebut kini kesulitan mendapatkan pasokan air untuk menunjang aktivitas keseharian.
Pemerintah daerah telah mengirimkan bantuan pasokan air bersih sebanyak 10.000 liter untuk meringankan beban warga yang terdampak krisis air.
Prakiraan cuaca ke depan memprediksi wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan masih akan didominasi cuaca cerah berawan yang memicu kekeringan panjang.
Masyarakat luas diminta untuk tidak membuka areal perkebunan baru dengan cara membakar serta diwajibkan mulai menghemat penggunaan pasokan air bersih.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.