Puluhan Ribu Keluarga Terdampak Bencana Kekeringan di Pulau Jawa Akibat Krisis Air Bersih Meluas
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat krisis pasokan air bersih semakin meluas akibat rentetan fenomena Bencana Kekeringan di Pulau Jawa pada pertengahan Juli 2026. Laporan kebencanaan terbaru menyebutkan puluhan ribu kepala keluarga di wil…
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat krisis pasokan air bersih semakin meluas akibat rentetan fenomena Bencana Kekeringan di Pulau Jawa pada pertengahan Juli 2026.
Laporan kebencanaan terbaru menyebutkan puluhan ribu kepala keluarga di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat saat ini sangat membutuhkan suplai air secara darurat.
Di wilayah Kabupaten Pemalang terdapat empat kecamatan terdampak krisis air yang memengaruhi keberlangsungan hidup sedikitnya 4.397 kepala keluarga.
Kondisi serupa juga melanda wilayah Kabupaten Sukoharjo dengan total 616 kepala keluarga atau 967 jiwa yang mengalami kesulitan mendapat akses air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat telah bergerak cepat mendistribusikan 25 ribu liter air menggunakan lima unit truk tangki hingga Kamis (16/7/2026).
Dampak Bencana Kekeringan di Pulau Jawa yang paling masif dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Klaten dengan jumlah warga terdampak menembus 3.272 keluarga.
Pemerintah daerah telah menyalurkan total lebih dari 1,3 juta liter air untuk warga Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo di Kecamatan Kemajang.
Krisis ketersediaan air ini juga merambat ke lima desa di wilayah Kecamatan Karangreja dan Kejobong Kabupaten Purbalingga yang memengaruhi 1.758 jiwa.
Sementara itu di Provinsi Jawa Barat masalah kekeringan ekstrem ini melanda 28 desa yang tersebar luas di 15 kecamatan wilayah Kabupaten Bogor.
Pihak berwenang mencatat sebanyak 2.016 kepala keluarga atau 39.768 warga di Kabupaten Bogor sangat bergantung pada bantuan distribusi air dari pemerintah daerah.
Sebanyak 30 ribu liter air bersih telah berhasil didistribusikan secara merata ke wilayah Kecamatan Leuwisadeng, Jonggol, Dramaga, dan Tanjungsari.
Otoritas penanggulangan bencana mendesak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijaksana dan menghemat penggunaan stok air bersih yang tersisa.
Warga juga diimbau untuk segera menampung atau memanen air hujan sebagai cadangan pemenuhan kebutuhan logistik harian apabila curah hujan mulai turun.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.