Puluhan Rumah dan Fasilitas Umum Rusak Dihantam Cuaca Ekstrem di Klaten dan Wonosobo
Faktakalbar.id, KLATEN -
Fenomena cuaca ekstrem di Jawa Tengah memicu terjadinya kerusakan infrastruktur yang cukup masif di wilayah Kabupaten Klaten dan Kabupaten
Wonosobo
pada Minggu (29/3/2026) sore.
Hujan deras yang disertai dengan tiupan angin kencang mengakibatkan puluhan bangunan rumah milik warga, fasilitas umum, hingga akses jalan antardesa mengalami kerusakan signifikan.
Baca Juga:
Angin Kencang Terjang Undaan Kudus, Ratusan Rumah Rusak dan Satu Warga Terluka
Berdasarkan laporan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB) yang dirilis pada Selasa (31/3/2026), dampak terparah dari cuaca ekstrem di Jawa Tengah ini melanda wilayah Kabupaten Klaten pada pukul 16.00 waktu setempat. Bencana tersebut menyapu 18 desa yang tersebar di lima wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Cawas, Karanganom, Tulung, Jatinom, dan Ngawen.
Angin kencang di Klaten menyebabkan 83 unit rumah warga mengalami rusak ringan dan dua rumah rusak sedang. Selain tempat tinggal, angin kencang turut merusak dua unit bangunan sekolah, empat unit fasilitas umum, dua unit tempat ibadah, tiga unit rumah toko (ruko), serta dua unit kandang ternak.
Dampak kerusakan semakin meluas dengan tumbangnya 48 batang pohon yang menutup 21 titik akses jalan serta mengganggu jaringan aliran listrik dan internet. Insiden ini berdampak langsung pada 87 Kepala Keluarga (KK), di mana empat jiwa di antaranya terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat terdekat demi keselamatan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Klaten bersama unsur TNI/Polri, Pemadam Kebakaran, SAR, PMI, dan warga setempat telah mengevakuasi seluruh pohon tumbang. Sementara itu, perbaikan rumah dan fasilitas yang rusak masih dalam tahap penanganan berkelanjutan.
Baca Juga:
Ribuan Rumah Terendam Banjir di Pasuruan, BNPB Minta Warga Tingkatkan Mitigasi Selama Libur Lebaran
Pada hari yang sama, tepatnya pukul 17.06 WIB, terjangan angin kencang juga melanda Desa Timbang, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo. Bencana ini mengakibatkan enam unit rumah warga dan satu ruko mengalami kerusakan, serta beberapa pohon tumbang yang sempat memutus akses jalan antardesa sebelum akhirnya dibersihkan oleh tim gabungan BPBD.
Menyikapi eskalasi bencana ini, BMKG memprakirakan bahwa wilayah Provinsi Jawa Tengah masih berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat pada tanggal 1 April 2026. Beberapa wilayah yang masuk dalam status waspada meliputi Klaten, Wonosobo, Tegal, Pemalang, Cilacap, Banyumas, hingga Kota Magelang. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah di masa transisi atau pancaroba ini.
(*Red)
Tag:
#bencana alam
#pohon tumbang
#BPBD Klaten
#Cuaca Ekstrem Di Jawa Tengah
#Angin Kencang Wonosobo
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.