faktakalbar

Puncak Monev KI Kalbar, Gubernur Ria Norsan Sebut Inovasi Informasi Kini Jadi Keharusan

Penulis: Redaksi Saturday, 15 November 2025 📖 2 menit
Puncak Monev KI Kalbar, Gubernur Ria Norsan Sebut Inovasi Informasi Kini Jadi Keharusan
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan  menegaskan komitmen Kalbar untuk terus mengedepankan keterbukaan informasi publik. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Malam Penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik di Pendopo Gubernur, Jumat (14/11/2025) malam. Baca Juga: Wujudkan Kalbar Maju Lewat Transparansi, 168 Badan Publik Dinilai Komisi Informasi Kalbar Acara yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Kalimantan Barat ini merupakan puncak dari kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) tahunan. Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh badan publik yang meraih penghargaan. Ia menyoroti adanya peningkatan signifikan pada jumlah badan publik yang berhasil meraih predikat "Informatif". "Tentu capaian ini menjadi bukti bahwa semangat transparansi telah mengakar kuat sebagai bagian dari budaya kerja birokrasi di Kalbar," ujarnya. Ria Norsan menyebut, peningkatan kualitas keterbukaan ini sejalan dengan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap informasi publik. "Oleh karena itu, badan publik dorong untuk menghadirkan inovasi yang lebih cepat, tepat, efisien, dan akurat, menjadikan inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan," tambahnya. Gubernur juga mengapresiasi KI Kalbar yang konsisten melaksanakan Monev. "​Penghargaan yang diberikan diharapkan berfungsi sebagai motivasi bagi para penerima untuk ​bekerja lebih baik... ​Menjadikan keterbukaan informasi sebagai budaya. Dan ​terus berinovasi dan membuka informasi publik," tandasnya. Sementara itu, Ketua KI Kalbar, M. Darussalam, dalam laporannya menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Kalbar. Ia memaparkan, Monev 2025 menyasar 168 Badan Publik dengan tingkat partisipasi mencapai 87,50%. Hasilnya, sebanyak 77 Badan Publik (45,5%) telah mencapai kategori Informatif, sementara yang Belum Informatif tersisa 33 Badan Publik (19%). ​"Alhamdulillah, angka tersebut menunjukkan kenaikan atau peningkatan dari pelaksanaan Monev dari tahun-tahun sebelumnya," kata Darusalam. Ia juga menyoroti pentingnya informasi untuk kesejahteraan, sebab menurutnya, "kemiskinan informasi itu salah satu penyebab daripada kemiskinan". Ketua Komisi Informasi Pusat (KIP), Donny Yoesgiantoro, yang hadir secara langsung, menyampaikan apresiasi atas perkembangan pesat di Kalbar. Donny secara khusus memuji kenaikan Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Kalbar yang melonjak tajam dalam dua tahun terakhir. Baca Juga: IJTI Kalbar dan Komisi Informasi Jalin Kampanye Keterbukaan Publik Ia mengonfirmasi bahwa Kalbar berhasil naik dari peringkat 16 nasional pada tahun 2023 menjadi peringkat 3 nasional pada tahun 2024. Pencapaian IKIP Kalbar Peringkat 3 Nasional ini menempatkan Kalbar sebagai salah satu provinsi terbaik di Indonesia dalam pelaksanaan keterbukaan informasi. ​"Kalbar ini sangat luar biasa. Dari nomor 16 tahun 2023, melonjak naik menjadi nomor 3 tahun 2024. Artinya, Bapak Ibu telah melampaui separuh dari target yang kita berikan, yaitu berada di 10 besar," ungkap Donny Yoesgiantoro. Meski demikian, Ketua KIP mengingatkan agar Kalbar tidak berpuas diri dan harus mempertahankan konsistensi pelaksanaan keterbukaan informasi publik. ​"Tugas Bapak Ibu sekalian untuk mempertahankan dan juga meningkatkan lagi ke depan," tandasnya. (Rfa/Nzr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK