Punya Rekan Kerja Extrovert? Gunakan 8 Tips Ini untuk Optimalkan Potensi Besarnya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE
– Di setiap kantor, biasanya selalu ada satu sosok yang paling ceria, suaranya terdengar di seluruh ruangan, dan seolah tidak pernah kehabisan energi.
Besar kemungkinan mereka adalah seorang
extrovert
.
Bagi sebagian orang, kehadiran mereka mungkin terasa
dominan
.
Namun, jika dikelola dengan tepat, rekan kerja
extrovert
adalah aset luar biasa untuk meningkatkan produktivitas dan moral tim.
Baca Juga:
Bukan Cuma Jago Ngomong! Ini 6 Kelebihan Orang Extrovert yang Membawa Kesuksesan
Berikut adalah 8 tips untuk mengoptimalkan potensi rekan kerja
extrovert
Anda:
1. Jadikan Mereka Wajah Perusahaan (
Frontliner
)
Ekstrovert mendapatkan energi dari orang lain.
Tempatkan mereka pada posisi yang menuntut banyak
interaksi
, seperti melakukan
pitching
ke klien, menjadi
master of ceremony
(
MC
) di acara kantor, atau melakukan liputan lapangan.
Mereka akan bersinar di posisi tersebut.
2. Libatkan dalam Sesi
Brainstorming
Otak ekstrovert cenderung bekerja lebih cepat saat mereka berbicara.
Jangan biarkan mereka hanya mengisi formulir ide secara tertulis.
Berikan ruang diskusi terbuka; sering kali ide-ide brilian muncul justru saat mereka sedang beradu argumen atau mengobrol santai.
3. Berikan Validasi dan Apresiasi Langsung
Berbeda dengan
introvert
yang mungkin cukup dengan
email
ucapan terima kasih,
extrovert
sangat menghargai pengakuan verbal.
Pujian di depan tim atau sekadar ucapan "Kerja bagus!" secara langsung adalah "bahan bakar" yang membuat mereka makin semangat bekerja.
4. Manfaatkan Kemampuan
Networking
-nya
Butuh akses ke narasumber sulit atau ingin memperluas jaringan bisnis? Serahkan pada si ekstrovert.
Mereka biasanya memiliki kemampuan alami untuk membangun
rapport
(hubungan) dengan orang baru dalam waktu singkat.
5. Berikan Tugas yang Bervariatif
Ekstrovert cenderung cepat bosan dengan tugas rutin yang monoton di depan komputer selama berjam-jam.
Cobalah untuk memvariasikan tugas mereka antara pekerjaan administratif dan kegiatan luar ruangan agar kreativitas mereka tidak tumpul.
6. Sediakan Ruang untuk Bersosialisasi
Jangan memaksakan suasana kantor yang sunyi total sepanjang hari.
Berikan waktu istirahat yang cukup untuk mereka mengobrol.
Bagi ekstrovert, obrolan singkat di kantin bukan sekadar buang waktu, melainkan cara mereka melakukan
recharging
energi sebelum kembali fokus bekerja.
7. Bantu Mereka Menentukan Skala Prioritas
Karena antusiasmenya yang tinggi, ekstrovert sering kali ingin mengerjakan banyak hal sekaligus.
Anda bisa membantu mereka dengan mengingatkan kembali target utama atau
deadline
terdekat agar energi besar mereka tidak terpecah ke hal-hal yang kurang mendesak.
8. Waspadai Tanda
Burnout
Mereka
Ingat, si ekstrovert yang selalu ceria juga bisa tumbang.
Jika mereka tiba-tiba menjadi pendiam atau mulai menarik diri dari pergaulan kantor, itu adalah tanda peringatan.
Berikan mereka waktu untuk istirahat total tanpa tuntutan sosial apa pun.
Membangun kerja sama yang harmonis dengan rekan kerja
extrovert
adalah soal memberikan ruang bagi energi mereka untuk mengalir.
Saat mereka merasa didengar dan diapresiasi, mereka akan menjadi motor penggerak yang membawa tim mencapai target dengan lebih menyenangkan.
Baca Juga:
Kata Siapa Extrovert Gak Bisa Slow Living? Ini Cara Menikmati Hidup Tanpa Kehilangan Jati Diri
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.