faktakalbar

Puslitbang Polri Gelar Penelitian di Polda Kalbar, Evaluasi Alat Dalmas dan Ketahanan Pangan

Penulis: Redaksi Tuesday, 10 March 2026 📖 2 menit
Puslitbang Polri Gelar Penelitian di Polda Kalbar, Evaluasi Alat Dalmas dan Ketahanan Pangan
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang Polri) melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat ( Polda Kalbar ) di Pontianak. Kunjungan yang berlangsung mulai Senin (9/3/2026) hingga Kamis (12/3/2026) ini bertujuan untuk mengumpulkan data penelitian strategis terkait optimalisasi Alat Material Khusus (Almatsus) Pengendalian Massa (Dalmas) dan peran Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Baca Juga: Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Alat Dalmas dan Ketahanan Pangan di Polda Kalbar Kegiatan penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Tim peneliti dipimpin langsung oleh Kombes Pol Guno Pitoyo bersama anggota tim yakni Ahmad Minif dan Puji Aprilta Sari, serta didampingi oleh narasumber eksternal dari Universitas Indonesia, Suryadi. Penelitian pertama yang dilakukan bertajuk “Optimalisasi Almatsus Dalmas Polri Guna Penanganan Unjuk Rasa Berpotensi Konflik Dalam Rangka Mewujudkan Harkamtibmas”. Fokus utama dari studi ini adalah mengevaluasi kelayakan dan kecukupan peralatan perlindungan diri, kendaraan taktis seperti Armored Water Cannon (AWC) dan pengurai massa (RAISA), hingga senjata non-mematikan yang digunakan oleh personel kepolisian di lapangan. Ketua Tim Peneliti, Kombes Pol Guno Pitoyo, menyampaikan bahwa penelitian tersebut sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan akibat dinamika aksi massa modern. "Kami mengidentifikasi beberapa tantangan, mulai dari keterbatasan jumlah peralatan, kondisi perawatan, hingga perlunya adaptasi alat terhadap karakteristik unjuk rasa saat ini agar tetap mengedepankan prinsip humanis dan penghormatan terhadap HAM," ujarnya. Selain berfokus pada evaluasi peralatan operasional, tim Puslitbang Polri juga melakukan studi mengenai “Peran Polri dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Guna Mewujudkan Swasembada Pangan”. Langkah riset ini sejalan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Dalam program tersebut, Polri tidak hanya berperan dalam sektor pengamanan, tetapi juga terjun langsung melalui empat pilar utama. Keempat pilar itu meliputi pemanfaatan pekarangan bergizi, optimalisasi lahan produktif untuk komoditas jagung, pengawasan distribusi jagung secara ketat, dan rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) di bidang pertanian. Baca Juga: Polda Kalbar Gelar Rakor Lintas Sektoral Pengamanan Idul Fitri 2026: Fokus Mudik Lebih Awal Secara teknis, metodologi penelitian diterapkan secara komprehensif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pengisian kuesioner daring, sementara pendekatan kualitatif dilakukan lewat wawancara mendalam ( indepth interview ) kepada para pengelola Almatsus serta pelaksana program ketahanan pangan di wilayah hukum Polda Kalbar. Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menegaskan dukungan penuh dari jajaran kepolisian daerah terhadap riset yang diselenggarakan oleh Mabes Polri tersebut. "Kami menyambut baik kehadiran Tim Puslitbang Polri di Kalimantan Barat. Penelitian ini sangat krusial bagi kami di kewilayahan. Optimalisasi Almatsus Dalmas adalah kunci agar anggota di lapangan dapat bekerja secara profesional, aman, dan tetap humanis dalam menjaga ketertiban umum. Kami ingin memastikan bahwa setiap peralatan yang digunakan sesuai dengan standar prosedur dan tidak melanggar hak asasi masyarakat," tegasnya. Terkait isu swasembada pangan, Bambang menambahkan kesiapan jajarannya. "Polda Kalbar berkomitmen mengawal swasembada pangan melalui pendampingan petani dan pengawasan distribusi. Kehadiran Bakomsus Pertanian nantinya diharapkan menjadi motor penggerak stabilitas pangan di Kalimantan Barat," ungkap Bambang. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK