faktakalbar

Buka Rakerda 2026, Bupati Romi: MABM Bukan Sekadar Penjaga Warisan, Tapi Pilar Pembangunan

Penulis: Redaksi Tuesday, 17 February 2026 📖 1 menit
Buka Rakerda 2026, Bupati Romi: MABM Bukan Sekadar Penjaga Warisan, Tapi Pilar Pembangunan
Faktakalbar.id, KAYONG UTARA – Bupati Kayong Utara , Romi Wijaya , menantang Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) untuk tidak sekadar menjadi penjaga warisan masa lalu. Ia mendorong organisasi ini bertransformasi menjadi pilar hidup yang menjaga identitas sekaligus perekat harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat modern. Baca Juga:  Jamin Keamanan Warga, Satsamapta Polres Kayong Utara Gelar Patroli Sambang Malam Hari Pesan tegas ini disampaikan Romi saat membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MABM Tahun 2026 di Pendopo Bupati Kayong Utara, Sukadana, Sabtu (14/2/2026). "Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada MABM Kayong Utara yang selama ini telah menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai luhur budaya Melayu. MABM bukan sekadar organisasi, melainkan pilar penting dalam menjaga identitas daerah dan mempererat kerukunan di daerah kita,” ungkap Romi Wijaya. Romi menekankan agar MABM terus memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah. Fokus utamanya adalah menanamkan nilai kesantunan dan etos kerja khas Melayu kepada generasi muda, sehingga mereka tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berakhlak. “MABM diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan adat dan budaya Melayu, menanamkan nilai kesantunan dan etos kerja kepada generasi muda, hingga menjadi penengah dan pemersatu dalam dinamika sosial masyarakat,” tambahnya. Tantangan Bupati tersebut disambut positif oleh Ketua MABM Kabupaten Kayong Utara, Mawardi Usman. Dalam Rakerda yang mengusung tema “Penguatan Peran Majelis Adat Budaya Melayu dalam Pelestarian Adat dan Budaya untuk Meningkatkan Kontribusi Pembangunan Kayong Utara” ini, Mawardi menegaskan komitmennya agar organisasi tidak terjebak nostalgia. Baca Juga:  Ketua MABM Kayong Utara Tegaskan Pentingnya Kontribusi Nyata bagi Pembangunan Daerah “MABM tidak boleh menjadi penjaga museum yang pasif dan statis. Kita tidak boleh hanya pandai bercerita tentang kebesaran masa lalu tanpa memberikan dampak nyata bagi masa kini dan masa depan,” tegas Mawardi. Menurutnya, penguatan peran MABM harus dimaknai dengan kehadiran nyata dalam pembangunan daerah. Nilai-nilai luhur Melayu tidak hanya dilestarikan sebagai simbol, tetapi diimplementasikan sebagai fondasi karakter generasi muda dan integritas sosial masyarakat Kayong Utara. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK