Raksasa Fashion H&M Tutup 160 Toko Secara Permanen
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Raksasa
ritel
busana global,
H&M
, mengambil langkah
drastis
dengan berencana menutup 160 tokonya secara permanen di seluruh dunia pada tahun 2026. Keputusan besar ini menandai pergeseran strategi perusahaan yang kini lebih memprioritaskan kekuatan e-commerce daripada toko fisik.
Manajemen H&M menjalankan kebijakan ini untuk mengoptimalkan portofolio toko unggulan mereka di lokasi-lokasi strategis.
Langkah penutupan massal tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan mencatat keuntungan yang lebih tinggi di tengah perubahan perilaku konsumen global.
Baca Juga:
Kunjungan Gaia Bumi Raya City Melonjak Jelang Lebaran, Pengunjung Buru Diskon Fashion hingga 70 Persen
Perusahaan mengakui bahwa proses pembangunan kembali dan penutupan toko sempat memberikan dampak negatif pada penjualan kuartal pertama tahun 2026.
Namun, H&M memprediksi hasil positif dari optimalisasi ini akan mulai terlihat sepanjang sisa tahun berjalan seiring berkurangnya beban biaya karyawan.
Konsumen Kini Lebih Suka Belanja Daring
Pakar industri menilai penutupan ratusan toko ini sebagai respons nyata terhadap tren belanja masyarakat modern. Konsumen saat ini lebih berorientasi pada nilai produk dan menunjukkan loyalitas yang rendah terhadap toko fisik tradisional.
Data internal perusahaan menunjukkan bahwa sektor belanja daring kini menyumbang 30 persen dari total pendapatan H&M secara global. Angka yang terus tumbuh ini mendorong perusahaan untuk memperkuat investasi pada platform digital dan sistem pengiriman guna memanjakan para pembeli setianya.
Tekan Biaya Operasional Global
Selain beralih ke ranah digital, H&M menggunakan kebijakan ini untuk menekan biaya operasional yang terus membengkak. Penutupan gerai yang kurang menguntungkan memungkinkan perusahaan mengalokasikan sumber daya mereka ke lokasi-lokasi yang memberikan margin keuntungan lebih besar.
Baca Juga:
Warna dan Warisan: Tenun Corak Insang Pontianak Tampil di Fashion Show Ladies Program APEKSI
Langkah ini mempertegas posisi H&M dalam persaingan ketat industri ritel busana dunia yang kini sangat bergantung pada kecepatan akses digital. Manajemen memastikan bahwa transformasi ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi stabilitas finansial merek asal Swedia tersebut.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.