faktakalbar

Pontianak Catat Rata-rata Lama Sekolah Tertinggi di Kalbar, Pemkot Fokus Wajib Belajar 13 Tahun

Penulis: Redaksi Thursday, 05 February 2026 📖 2 menit
Pontianak Catat Rata-rata Lama Sekolah Tertinggi di Kalbar, Pemkot Fokus Wajib Belajar 13 Tahun
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak terus memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui kebijakan pendidikan jangka panjang yang berkelanjutan. Salah satu indikator keberhasilan upaya tersebut terlihat dari capaian rata-rata lama sekolah di Kota Pontianak yang kini berada di angka 10,48 tahun, sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Kalimantan Barat. Baca Juga:   Pemkot Pontianak Terapkan Sistem Satu Arah di Jalan Paralel Sungai Raya Dalam Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut baik capaian tersebut namun menekankan bahwa target pemerintah tidak berhenti di situ. Pihaknya kini menargetkan program wajib belajar 13 tahun, yang mencakup jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Kejuruan (SMK), Rabu (04/2/2026). “Kami bersyukur dan Pemkot menargetkan wajib belajar 13 tahun, dari PAUD sampai SMA-SMK. Tapi bukan hanya lamanya, kualitas pendidikan juga harus terus ditingkatkan,” ujar Edi. Menurut Edi, peningkatan kualitas SDM akan berdampak langsung pada kemajuan daerah. Dengan bekal pendidikan yang baik, masyarakat akan memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk perguruan tinggi. Hal ini diharapkan berkontribusi positif pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak secara konsisten. Edi menambahkan bahwa upaya peningkatan kualitas SDM tidak bisa dipisahkan dari aspek kesehatan. Salah satu program strategis yang dinilai memberikan dampak signifikan adalah Program Makan Bergizi Gratis. Baca Juga:  HUT ke-69 Pemprov Kalbar, Pemkot Pontianak Borong Dua Penghargaan Kearsipan dan Perpustakaan Program ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kualitas hidup dan potensi kecerdasan anak. “Dampaknya cukup besar, terutama terhadap kesehatan dan kualitas hidup anak. Nantinya akan ada survei dari Badan Gizi Nasional untuk melihat pengaruhnya terhadap tingkat kecerdasan anak-anak kita,” jelasnya. Guna meningkatkan partisipasi sekolah hingga ke jenjang pendidikan tinggi, Pemkot Pontianak menitikberatkan pada pemenuhan akses pendidikan yang merata. Sarana dan prasarana pendidikan, baik sekolah negeri, swasta, maupun madrasah, terus ditingkatkan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama. Selain infrastruktur, dukungan dari sisi kesejahteraan juga menjadi prioritas. Pemerintah Kota tetap berkomitmen menyediakan sekolah gratis untuk jenjang SD dan SMP sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah, serta memberikan berbagai kemudahan agar akses pendidikan semakin terbuka luas. “Kalau akses dan kesejahteraan kita perkuat, maka partisipasi pendidikan akan naik. Inilah yang ingin terus kita dorong agar Pontianak memiliki SDM yang unggul dan berdaya saing,” pungkas Edi. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK