faktakalbar

Ratusan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Cirebon, Dua Kecamatan Terdampak

Penulis: Redaksi Thursday, 12 March 2026 📖 2 menit
Ratusan Rumah Rusak Diterjang Angin Puting Beliung di Cirebon, Dua Kecamatan Terdampak
Faktakalbar.id, CIREBON – Bencana cuaca ekstrem berupa angin puting beliung di Cirebon , Provinsi Jawa Barat, mengakibatkan sebanyak 242 unit rumah warga mengalami kerusakan pada Rabu (11/3/2026) sore. Fenomena alam yang berwujud pusaran angin kencang disertai hujan deras tersebut memporak-porandakan kawasan permukiman penduduk di wilayah Kecamatan Gunung Jati dan Kecamatan Suranenggala. Baca Juga: Awal Maret 2026, BNPB Catat Rentetan Karhutla di Aceh dan Kaltara Serta Angin Kencang di Luwu Timur Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Hadi Eko, mengonfirmasi terjadinya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi ini mulai terjadi pada sekitar pukul 15.20 WIB, diawali dengan hujan berintensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah. “Dari hasil pendataan sementara hingga pukul 22.35 WIB, tercatat sebanyak 242 unit rumah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi,” kata Eko saat dikonfirmasi di Cirebon, Rabu. Lebih lanjut, Eko membeberkan kronologi kejadian nahas tersebut. Peristiwa bermula ketika langit di wilayah Kecamatan Gunung Jati dan Kecamatan Suranenggala diliputi oleh gumpalan awan hitam pekat yang menjadi pertanda kondisi cuaca sedang sangat tidak stabil. Tak lama setelah awan gelap terbentuk, muncul pusaran angin yang bergerak secara cepat dari arah selatan menuju ke arah utara. Pusaran tersebut kemudian membesar dan menyapu kawasan tempat tinggal warga. “Bencana tersebut berdampak pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Suranenggala dan Kecamatan Gunung Jati di Kabupaten Cirebon,” katanya. Kuatnya embusan angin puting beliung di Cirebon ini menyebabkan ratusan genteng rumah warga terlepas dan beterbangan ke udara, sehingga merusak struktur bagian atap. Selain bangunan hunian, bencana cuaca ekstrem tersebut turut menumbangkan sekitar 20 batang pohon berukuran besar di beberapa titik lokasi, yang sempat memutus akses jalan raya dan melumpuhkan aktivitas mobilitas masyarakat setempat. Berdasarkan data rekapitulasi BPBD, insiden ini secara keseluruhan memberikan dampak langsung terhadap 498 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 1.455 jiwa yang bermukim di dua kecamatan tersebut. Kerusakan material juga menyasar sejumlah aset publik dan fasilitas pendidikan serta keagamaan. “Fasilitas umum dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya SD Muara Wetan 1, SD Mertasinga, TK Mertasinga, serta beberapa mushola seperti Al-Hidayah, Nurul Huda, dan Mushola Mertasinga,” katanya. Kendati menimbulkan dampak kerusakan material yang sangat masif, pihak BPBD Kabupaten Cirebon memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai adanya korban jiwa yang meninggal dunia maupun warga yang menderita luka-luka akibat peristiwa tersebut. Aparat gabungan kini berfokus pada tahapan pemulihan infrastruktur dasar dan pembersihan sisa puing bangunan di lapangan. “Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon masih melakukan pendataan serta asesmen, untuk penanganan lanjutan di lokasi terdampak,” ucap dia. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK