faktakalbar

Ratusan Siswa SMAN 1 Mempawah Gelar Demo Akibat Pihak Sekolah Gagal Lengkapi PPDS

Penulis: Redaksi Tuesday, 04 February 2025 📖 1 menit
Ratusan Siswa SMAN 1 Mempawah Gelar Demo Akibat Pihak Sekolah Gagal Lengkapi PPDS
MEMPAWAH - Kegaduhan terjadi di Kabupaten Mempawah setelah ratusan siswa SMAN 1 Mempawah Hilir melancarkan aksi unjuk rasa, Senin (3/2/2025). Mereka meluapkan kekecewaan atas kelalaian pihak sekolah yang dinilai gagal melengkapi data PPDS, sehingga menyebabkan mereka tidak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Aksi ini dimulai dengan long march dari Halaman Masjid Agung Alfalah Mempawah, dilanjutkan menuju sekolah di Jalan Raden Kusno. Siswa yang mengenakan pakaian serba hitam menyuarakan tuntutan mereka secara lantang. “Kami dirugikan! Masa depan kami terancam karena kelalaian sekolah. Kami butuh keadilan!” seru salah satu siswa. Tuntut Kepala Sekolah Dicopot Dalam unjuk rasa yang penuh emosi, para siswa, bersama dengan orang tua mereka, menuntut kepala sekolah dan guru yang lalai dicopot dari jabatan. Mereka menegaskan bahwa kelalaian ini bukan hanya kesalahan kecil, melainkan sebuah pelanggaran serius yang merugikan ratusan siswa. “Kepsek dan guru yang terlibat harus mundur. Kami tidak terima dibiarkan begitu saja!” ujar salah satu wali murid. Tidak berhenti di situ, mereka juga meminta Inspektorat Kalimantan Barat untuk memberikan sanksi tegas, termasuk mutasi dan pemecatan bagi guru yang terlibat. Selain tuntutan tegas, para siswa meminta sekolah mendatangkan lembaga bimbingan belajar seperti Ganesha Operation ke Mempawah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pembinaan intensif bagi siswa yang dirugikan agar tetap memiliki peluang bersaing di seleksi berikutnya. Aksi ini menjadi sinyal keras bagi dunia pendidikan di Mempawah untuk lebih serius dalam mengelola administrasi dan tanggung jawabnya terhadap siswa. Sampai berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK