faktakalbar

Rela Antre Sejak Subuh, Warga Minta Gubernur Kalbar Turunkan Harga Sembako di Pasar Murah

Penulis: Redaksi Thursday, 19 February 2026 📖 2 menit
Rela Antre Sejak Subuh, Warga Minta Gubernur Kalbar Turunkan Harga Sembako di Pasar Murah
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Tingginya harga kebutuhan pokok membuat masyarakat Kota Pontianak rela mengantre berjam-jam demi menebus sembako pada gelaran pasar murah Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta National Halal Fair (NHF) 2026 di halaman Masjid Mujahidin , Kamis, (19/2/2026). Kondisi antrean yang mengular sudah terlihat sejak pagi buta. Mia (37), salah satu warga yang ikut berdesakan, mengaku sudah berada di lokasi jauh sebelum matahari terbit untuk memastikan dirinya mendapat jatah. "Dari jam 5 subuh (mengantre). Saya (dapat kupon) langsung di sini," ungkapnya singkat. Baca Juga:  Tekan Laju Inflasi Daerah, Pemprov Kalbar dan BI Gelar Pasar Murah di SERAMBI 2026 Kelelahan akibat menunggu juga dirasakan oleh Santi (47), warga kawasan Tanjung Raya (Tanrai) Dua, Pontianak Timur. Santi tiba di lokasi sedikit lebih siang setelah sebelumnya harus pergi ke pasar lain. Ia mengaku mendapat jatah kupon dari informasi di media sosial, lantaran acara ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI). "Saya jam 6 lewat karena mau pergi ke Flamboyan dulu. Saya dapat kupon dari grup Ig (Instagram) juga karena BI yang ngadakan," kata Santi. Santi menceritakan, lamanya waktu mengantre membuat warga memanfaatkan momen kehadiran Gubernur Kalimantan Barat di lokasi. Saat sesi kata sambutan berlangsung, warga yang lelah secara serentak meminta Gubernur untuk memotong harga paket sembako yang dinilai masih bisa ditekan. "Tadi dah ngantri lama, Alhamdulillah ada pak Gubernur kita. Nungguin kata sambutan pak Gubernur, kita kompak minta turunkan harga sampai 50 ribu, mau dia. Dari 90 ribu, cabe dari 10 ribu jadi 5 ribu," beber Santi menceritakan hasil negosiasi spontan warga. Adapun paket sembako yang awalnya dihargai Rp90 ribu dan berhasil diturunkan menjadi Rp50 ribu tersebut terdiri dari bahan pokok esensial, yakni beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram. Melihat kondisi ekonomi saat ini, Santi berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait tidak menutup mata dan lebih sering mengadakan pasar murah. Menurutnya, lonjakan harga di pasaran benar-benar mencekik masyarakat kecil. "Kalau bisa diadakan lagi untuk masyarakat biar terbantulah sedikit masyarakat semuanya, karena barang naik semua. Kasihan kita-kita ini antre empat jam, lima jam," keluhnya Baca Juga:  BI Kalbar Siapkan Rp3,6 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Idulfitri, Wajib Akses Aplikasi PINTAR (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK