faktakalbar

Naik Dango ke-3 Dimulai, Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal

Penulis: Redaksi Wednesday, 22 April 2026 📖 2 menit
Naik Dango ke-3 Dimulai, Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak bersama Dewan Adat Dayak (DAD) secara resmi menggelar pembukaan Naik Dango ke-3 Tahun 2026 di Rumah Radakng, Selasa (21/4/2026). Baca Juga:   Pemprov Dukung Outer Ring Road di Pontianak Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang membuka langsung kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia dan DAD Kota Pontianak atas konsistensinya menyelenggarakan Naik Dango hingga memasuki tahun ketiga. Mengusung tema “Ngampar Umah Ngarak Padi – Menjaga Kearifan Leluhur di Tengah Perubahan Zaman”, Edi menilai acara ini sangat relevan dengan kondisi masa kini, di mana digitalisasi menuntut masyarakat untuk tetap berakar teguh pada nilai budaya. “Ini adalah wujud nyata komitmen kita dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus perubahan zaman yang begitu cepat. Sebagai kota jasa dan perdagangan, Pontianak akan terus bersinergi memfasilitasi kegiatan budaya, olahraga, dan keagamaan agar tetap hidup di tengah keberagaman masyarakat,” ujarnya. Edi juga berharap perayaan Naik Dango tidak hanya memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga berdampak positif pada pertumbuhan sektor kebudayaan dan perekonomian masyarakat setempat. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan. Ia menekankan pentingnya menjaga esensi nilai adat agar tetap dilaksanakan dengan penuh kekhidmatan. “Adat istiadat bukan sekadar seremoni, tetapi mengandung nilai luhur yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh penghormatan. Kita hidup dalam perbedaan suku, ras, dan agama. Namun justru dari situ kita membangun persatuan. Kegiatan seperti Naik Dango menjadi ruang yang memperkuat kebersamaan itu,” tegas Krisantus. Baca Juga:  Naik Dango 2026, Simbol Pelestarian Budaya dan Wisata Kota Pontianak Krisantus juga mengapresiasi pencapaian Naik Dango yang kini telah resmi masuk dalam kalender event wisata Kota Pontianak tahun 2026, membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang kuat di tingkat nasional. Sementara itu, Ketua Panitia Naik Dango ke-3, Vandrektus Derek, menjelaskan bahwa ritual ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Dayak atas hasil panen sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur dan alam semesta. Semakin istimewa, perayaan tahun ini turut dihadiri oleh tamu kehormatan dari negeri jiran, Malaysia. Delegasi dari Sarawak tersebut dipimpin oleh Ketua Sekjen Budaya Majelis Adat Istiadat Sarawak sekaligus Presiden Persatuan Dayak Bidayuh Sarawak, Charlie Ugang. “Kehadiran delegasi dari Sarawak memperkuat hubungan kultural masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan yang melintasi batas negara,” papar Vandrektus. Rangkaian kegiatan Naik Dango ini akan berlangsung selama sembilan hari, mulai tanggal 17 hingga 25 April 2026. Berbagai agenda telah disiapkan untuk memeriahkan acara, mulai dari Ngampar Bide , misa syukur, ritual adat, seminar budaya, pentas seni, hingga pameran produk UMKM dan kuliner daerah. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK