faktakalbar

Review Lilo & Stitch (2025): Remake yang Humanis dan Menghibur

Penulis: Redaksi Friday, 06 June 2025 📖 2 menit
Review Lilo & Stitch (2025): Remake yang Humanis dan Menghibur
Faktakalbar.id, Hiburan  - Disney kembali menghadirkan salah satu karya animasi klasiknya dalam versi live-action lewat Lilo & Stitch (2025). Film ini menjadi adaptasi dari versi animasi tahun 2002 yang dulu begitu populer, dan kini tampil dengan pendekatan yang lebih emosional serta menyentuh sisi kemanusiaan karakter-karakternya. Dikerjakan oleh duet penulis Chris Kekaniokalani Bright dan Mike Van Waes, serta disutradarai oleh Dean Fleischer Camp, versi terbaru Lilo & Stitch menonjolkan dinamika hubungan kakak-adik antara Lilo dan Nani dengan lebih mendalam. Elemen cerita yang membahas soal kehilangan, keluarga, dan solidaritas terasa lebih nyata lewat format live-action ini. Beberapa karakter dari versi animasi dikurangi porsinya, bahkan ada yang tidak dimunculkan, sementara karakter baru mendapatkan ruang lebih banyak. Baca Juga:   Final Destination: Bloodlines Tayang di XXI Mulai 14 Mei, Dipastikan Tidak Ada Sensor Adegan Sejumlah adegan ikonik yang ada di versi animasi pun diadaptasi ulang atau dihilangkan karena dinilai kurang logis jika diwujudkan dalam format nyata. Namun, perbedaan-perbedaan itu justru menjadi kekuatan film ini. Alih-alih mencoba meniru sepenuhnya versi animasi, film ini berhasil menyampaikan ulang cerita dengan nuansa baru yang tetap setia pada semangat aslinya. Kisah tentang persahabatan unik antara manusia kecil dan alien bergaya koala bernama Stitch tetap menjadi inti utama yang menghibur. Performa para pemain juga patut diapresiasi. Aktris cilik Maia Kealoha yang memerankan Lilo tampil meyakinkan, dan berpotensi menjadi talenta besar dari Hawaii. Sementara Sydney Elizebeth Agudong yang memerankan Nani berhasil menunjukkan sisi tangguh dan lembut sebagai kakak sulung yang bertanggung jawab. Duo Zach Galifianakis sebagai Dr. Jumba Jookiba dan Billy Magnussen sebagai Agen Pleakley juga menghadirkan warna komedi yang segar dalam cerita. Kehadiran mereka menghidupkan kembali nuansa slapstick khas animasi lama dengan cara yang menyenangkan. Secara teknis, film ini juga layak mendapat pujian. Desain produksi, efek visual, dan tata suara ditata dengan baik, menjadikan Stitch tampil begitu hidup dan ekspresif. Sosok alien kecil ini dibuat sangat detail hingga bisa membuat penonton merasa gemas dan ingin memeluknya seperti boneka. Lilo & Stitch (2025) berhasil menjadi film keluarga yang hangat, menyenangkan, dan menyegarkan. Di tengah banyaknya remake yang dianggap gagal, film ini menunjukkan bahwa kisah lama bisa disampaikan kembali dengan cara baru tanpa kehilangan pesona aslinya. Film ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan utama Disney adalah menyampaikan kisah-kisah yang humanis, magis, dan menyentuh, bukan sekadar menyisipkan pesan sosial yang berat. Lilo & Stitch (2025) membawa kembali esensi itu, dan mungkin jadi pertanda arah baru yang lebih tepat bagi proyek remake Disney ke depan. (Rdl)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK