Ria Norsan: MABT Bukan Sekadar Pelestari Budaya, Tapi Modal Stabilitas Daerah
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Gubernur Kalimantan Barat,
Ria Norsan
, menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus
Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia
yang berpusat di Kalimantan Barat.
Acara tersebut berlangsung di Hotel Novotel Pontianak, Selasa (10/2/2026).
Dalam sambutannya, Ria Norsan memberikan penekanan khusus pada fungsi organisasi berbasis etnis di tengah masyarakat
majemuk
.
Ia menegaskan bahwa peran MABT tidak boleh kerdil hanya sebatas pada urusan internal pelestarian adat semata.
Baca Juga:
Ria Norsan Pastikan Stok Sembako Aman hingga Lebaran, Soroti Kenaikan Harga Cabai
"Majelis Adat Budaya Tionghoa memiliki peran yang sangat strategis. Bukan hanya sebagai organisasi pelestari adat dan budaya Tionghoa, tetapi juga sebagai pilar penting menjaga harmonisasi sosial," ujar Ria Norsan.
Norsan mengingatkan bahwa Kalimantan Barat merupakan wilayah dengan demografi yang sangat beragam.
Oleh karena itu, organisasi seperti MABT dituntut untuk berkontribusi aktif dalam menjaga persatuan serta toleransi, baik antarumat beragama maupun antaretnis.
"Kalimantan Barat adalah rumah besar bagi keberagaman. Di sini hidup berbagai suku, agama, budaya, dan tradisi yang menyatu dalam semangat kebhinekaan," jelasnya.
Lebih jauh, Gubernur menilai keberadaan MABT harus dilihat sebagai aset sosial yang nyata.
Stabilitas keamanan dan sosial di daerah menurutnya sangat bergantung pada peran aktif elemen-elemen masyarakat seperti MABT dalam meredam potensi konflik dan merajut kebersamaan.
"MABT hadir ini merupakan modal sosial yang sangat penting bagi stabilitas daerah dan keberlanjutan pembangunan," pungkas Ria Norsan.
Baca Juga:
Jaga Keharmonisan, Wakil Wali Kota Singkawang Serahkan Paket Imlek di Klenteng Fuk Nung Kiun
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.