Ribuan Cabai Terendam Banjir di Paloh, Petani Terancam Rugi
Faktakalbar.id, SAMBAS -
Cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah
Kecamatan Paloh
sejak awal tahun 2026 memukul sektor pertanian warga. Banjir kali ini mengakibatkan lahan produktif di Dusun Teluk Limau Manis, Desa Temajuk, terendam air.
Dampak paling parah menimpa para petani cabai di kawasan tersebut. Sekitar 150 ribu batang tanaman cabai milik warga kini terendam banjir.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius di kalangan petani karena tanaman mereka terancam mengalami gagal panen total jika air tidak segera surut.
Baca Juga:
Sungai Asuansang Meluap, Banjir 1,5 Meter Rendam Ratusan Rumah di Sambas
Petani setempat kini hanya bisa pasrah sembari melakukan upaya penyelamatan seadanya. Mereka sangat berharap kondisi cuaca segera membaik agar genangan air berkurang dan tanaman yang tersisa masih bisa diselamatkan.
Prediksi BMKG: Hujan Masih Membayangi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
merilis data terbaru yang menuntut kewaspadaan masyarakat Sambas.
BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga petir masih mendominasi wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten
Sambas
, pada awal pekan ini.
Suhu udara di wilayah Sambas diprakirakan berkisar antara 24 hingga 30 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 95 persen.
Baca Juga:
Pesona Pantai Temajuk dan Istana Alwatzikhoebillah di Sambas
Tingginya kelembapan dan potensi hujan susulan ini menjadi sinyal bagi warga, terutama di daerah rawan genangan seperti Paloh, untuk terus waspada.
Para petani di Temajuk juga perlu terus memantau debit air di lahan pertanian guna meminimalisir kerugian yang lebih besar.
(*Sari)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.