Ringgit Malaysia Pimpin Mata Uang Asia Awal 2026
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Ringgit Malaysia mengukuhkan posisinya sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di Asia pada awal tahun 2026. Mata uang Negeri Jiran ini mencatatkan penguatan sebesar 0,27 persen, mengungguli mata uang utama lainnya di kawasan tersebut.
Kepercayaan investor asing yang kembali pulih terhadap fundamental ekonomi Malaysia menjadi pendorong utama tren positif ini.
Penguatan Ringgit terjadi seiring dengan arus masuk modal asing yang stabil ke pasar obligasi Malaysia. Analis pasar menilai investor global melihat Ringgit sebagai aset yang menarik (
carry currency
) berkat profil kredit negara yang kuat serta proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang solid pada kuartal keempat 2025.
Baca Juga:
Tembus Pasar Malaysia, 3 Ton Daun Cincau Kalbar Diekspor Lewat PLBN Entikong
Selain itu, kenaikan harga komoditas unggulan seperti minyak sawit mentah (CPO) turut menopang daya tarik mata uang tersebut di pasar internasional.
Rupiah Hadapi Tekanan Berat
Berbanding terbalik dengan tetangganya, Rupiah Indonesia justru mengalami tekanan hebat. Mata uang Garuda terperosok di papan bawah dengan pelemahan 1,07 persen, hanya sedikit lebih baik daripada Yen Jepang dan Won Korea Selatan.
Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual (
net sell
) investor asing di pasar saham domestik. Sentimen negatif muncul setelah lembaga keuangan global, Goldman Sachs, menurunkan peringkat ekuitas Indonesia menjadi
underweight
, yang memicu kekhawatiran pelaku pasar akan arus keluar modal lebih lanjut.
Selain itu, sinyal dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menahan suku bunga tetap tinggi membuat Dolar AS kembali perkasa dan menekan mata uang
emerging market
seperti Rupiah.
Peta Kekuatan Mata Uang Asia
Pasar valuta asing awal 2026 memperlihatkan ketimpangan pemulihan ekonomi di kawasan Asia. Sementara
Malaysia,
China, dan Thailand menikmati penguatan, negara-negara dengan eksposur utang tinggi atau ketergantungan impor energi seperti Korea Selatan dan Jepang harus bekerja keras menahan depresiasi mata uang mereka.
Bank Indonesia
(BI) terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan
Domestic Non-Deliverable Forward
(DNDF) untuk meredam volatilitas dan menjaga kepercayaan pasar.
Berikut daftar lengkap kinerja mata uang Asia pada awal 2026:
Baca Juga:
Bantah Isu Tukar Guling, Malaysia Tegaskan Tak Ada Penyerahan Lahan 5.207 Hektare ke Indonesia
Ringgit Malaysia (+0,27%)
Yuan China (+0,23%)
Baht Thailand (+0,20%)
Dong Vietnam (+0,08%)
Kip Laos (+0,04%)
Kyat Burma (0%)
Dollar Brunei (-0,19%)
Dollar Hong Kong (-0,19%)
Dollar Singapura (-0,19%)
Riel Kamboja (-0,29%)
Peso Filipina (-0,83%)
Rupiah Indonesia (-1,07%)
Yen Jepang (-1,10%)
Won Korea Selatan (-1,31%)
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.