faktakalbar

Riset BRIN Ungkap Pemuda Berpendidikan Sering Pindah Kota

Penulis: Redaksi Thursday, 12 March 2026 📖 1 menit
Riset BRIN Ungkap Pemuda Berpendidikan Sering Pindah Kota
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) mengungkapkan fakta baru mengenai pola perpindahan penduduk di Indonesia . Peneliti menemukan bahwa tingkat pendidikan seseorang sangat memengaruhi kecenderungan mereka untuk meninggalkan daerah asal. Studi ini mencatat sekitar 40 persen pemuda Indonesia pernah melakukan migrasi setidaknya satu kali seumur hidup mereka pada rentang usia 15 hingga 34 tahun. Peneliti Pusat Riset Kependudukan, Meirina Ayumi Malamassam, melakukan penelitian ini untuk mengukur tingkat migrasi yang berkaitan dengan pergantian pekerjaan, pendidikan, hingga pembentukan keluarga. Baca Juga:  Skor Riset UI Jeblok, Tapi Unggul di Sektor Industri Hasil penelitian tersebut menunjukkan kelompok masyarakat dengan pendidikan tinggi lebih sering berpindah wilayah daripada mereka yang berpendidikan rendah. Mayoritas warga dengan latar belakang pendidikan dasar bahkan hampir tidak pernah melakukan perpindahan antar daerah. Ia menjelaskan perbedaan fase perpindahan yang terjadi antara kedua kelompok masyarakat tersebut di lapangan. "Menariknya, kelompok berpendidikan rendah cenderung memulai migrasi pertama pada usia sedikit lebih muda, sedangkan kelompok berpendidikan tinggi menunjukkan kecenderungan mobilitas lanjutan yang lebih kuat pada fase berikutnya," jelasnya. Pengaruh Pendidikan Terhadap Keputusan Merantau Kelompok warga berpendidikan tinggi biasanya memutuskan untuk menetap secara permanen di sebuah wilayah baru saat memasuki usia 34 tahun. Generasi muda di Indonesia juga mencatatkan tingkat mobilitas yang tinggi dengan rentang waktu perpindahan lanjutan sekitar satu hingga tiga tahun saja. Catatan ini menegaskan keberadaan selektivitas pendidikan yang positif dalam pola perpindahan penduduk berkelanjutan. Baca Juga:  Pemkot Pontianak dan UMP Perpanjang Kerja Sama Pendidikan hingga Lingkungan Pakar kependudukan tersebut menegaskan peran krusial rekam jejak akademis dalam menentukan arah pergerakan masyarakat usia produktif. "Temuan ini memperlihatkan bahwa pendidikan berperan penting dalam membentuk trajektori migrasi. Perbedaan tingkat pendidikan berkaitan dengan peluang, waktu transisi kehidupan, serta arah mobilitas antarwilayah," tuturnya. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK