faktakalbar

Bahaya Mikroplastik: Riset University of California Ungkap Mempercepat Pembentukan Plak Arteri 624%

Penulis: Dimas Monday, 24 November 2025 📖 2 menit
Bahaya Mikroplastik: Riset University of California Ungkap Mempercepat Pembentukan Plak Arteri 624%
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Rutin terpapar mikroplastik bisa membahayakan kesehatan jantung, tepatnya mempercepat pembentukan aterosklerosis, menurut riset dari University of California, Riverside (UCR) di Amerika Serikat. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Environment International . Kondisi tersebut membuat pembuluh darah menyempit dan bisa meningkatkan risiko serangan jantung serta strok. Menariknya, dampak parah tersebut saat ini hanya terlihat pada subjek tikus jantan dalam penelitian ini. "Temuan kami sejalan dengan pola yang lebih luas yang terlihat dalam penelitian kardiovaskular, yang mana laki-laki dan perempuan sering kali merespons secara berbeda," kata peneliti utama Changcheng Zhou, seorang profesor ilmu biomedis di Fakultas Kedokteran Universitas UCR, dilansir dari laman resmi UCR, Sabtu (22/11/2025). Zhou melanjutkan, meskipun mekanisme pastinya belum diketahui, faktor-faktor seperti kromosom seks dan hormon, terutama efek perlindungan estrogen, mungkin berperan dalam hal tersebut. Baca Juga: Kulit Gatal dan Meradang? Waspada 5 Penyebab Utama Dermatitis Ini Mikroplastik dan Jantung: Peningkatan Plak Arteri Mikroplastik adalah plastik dengan ukuran sangat kecil (kurang dari lima milimeter) yang kini ditemukan di mana-mana, termasuk dalam tubuh manusia. Zhou dan timnya menggunakan tikus LDLR-deficient, yang sering dipakai untuk meneliti aterosklerosis. Tikus jantan dan betina diberi mikroplastik setiap hari selama sembilan minggu. Dosis yang diberikan (10 miligram per kilogram berat badan) setara dengan paparan realistis dari makanan dan air yang terkontaminasi pada manusia. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan plak yang sangat besar pada tikus jantan: Plak di bagian aortic root meningkat 63 persen. Plak di brachiocephalic artery meningkat 624 persen. Sementara itu, tikus betina tidak menunjukkan peningkatan aterosklerosis yang berarti. Mikroplastik juga tidak menyebabkan kenaikan berat badan atau kolesterol. Hal ini berarti kerusakan pembuluh darah ini tidak disebabkan faktor risiko tradisional seperti obesitas atau kolesterol tinggi. Baca Juga: Terapi Jiwa Paling Murah: Ini 5 Alasan Kenapa Berkebun Bikin Hidup Lebih Bahagia Kerusakan Sel Endotel Pemicu Aterosklerosis Mikroplastik Tim riset melihat aktivitas gen lewat teknologi single-cell RNA sequencing . Mereka menemukan bahwa mikroplastik mengubah berbagai jenis sel yang terlibat dalam aterosklerosis. "Kami menemukan bahwa sel endotel adalah yang paling terpengaruh oleh paparan mikroplastik," kata Zhou. Sel endotel adalah lapisan terdalam pembuluh darah. Kerusakan pada sel ini dapat memicu peradangan dan pembentukan plak. Baca Juga: Ramai di Medsos: Benarkah Makan Telur Setiap Hari Menyebabkan Bisulan? Ini Fakta Medisnya Peneliti menemukan bahwa mikroplastik mengaktifkan jalur gen pro-atherogenic . Efek ini terjadi pada sel manusia dan tikus. "Penelitian kami memberikan bukti paling kuat hingga saat ini bahwa mikroplastik mungkin secara langsung berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular, bukan hanya berkorelasi dengannya," tutur Zhou, menekankan bahaya Aterosklerosis Mikroplastik. Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik Mengingat dampak buruknya terhadap kesehatan jantung, timbul pertanyaan bagaimana cara menghindari mikroplastik yang berasal dari kemasan, kain, dan barang plastik sehari-hari. "Hampir tidak mungkin untuk menghindari mikroplastik sepenuhnya," ucap Zhou. Namun, Zhou menambahkan, paparan mikroplastik bisa dikurangi dengan cara sederhana: membatasi penggunaan plastik untuk makanan dan minuman, mengurangi plastik sekali pakai, serta menghindari makanan yang sangat diproses. Karena saat ini belum ada cara efektif mengeluarkan mikroplastik dari tubuh, langkah terbaik adalah menjaga kesehatan jantung dan meminimalkan paparan. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK