Dekan Fahutan Farah Diba Soroti Riset Potensi Tengkawang dan Kemitraan
Faktakalbar.id, PONTIANAK
- Penguatan riset dan kemitraan menjadi fokus utama Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (
Untan
) di bawah kepemimpinan Dekan
Farah Diba
untuk periode 2025-2029. Hal ini disampaikannya setelah dilantik kembali di periode keduanya, Senin, (22/9/2025).
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak luar untuk memajukan fakultas.
"Kedepannya juga kami akan lebih aktif menjalin kerjasama kemitraan dengan
stakeholders
, karena kerja sama tersebutlah fakultas kehutanan dapat lebih maju," ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan peran akademis dan kolaborasi dengan masyarakat,
Farah Diba
berencana untuk memperkuat empat bidang minat yang ada: teknologi hasil hutan, konservasi hutan, manajemen hutan, dan budidaya hutan.
Baca Juga:
Fakultas Kehutanan Untan Gandeng Swasta, Perkuat Konservasi dan Pemberdayaan SDM Lokal bersama PT Mayawana Persada
Penguatan ini bertujuan agar hasil riset dapat diimplementasikan langsung oleh masyarakat, menjadikan penelitian lebih relevan dan bermanfaat. Salah satu langkah paling konkret adalah pembukaan
Pusat Studi
Tengkawang.
[caption id="attachment_46861" align="aligncenter" width="461"]
Buah tengkawang, komoditas khas Kalimantan Barat, dijemur untuk proses pengeringan. (Dok.
PRFC Indonesia
)[/caption]
Tengkawang, yang merupakan tumbuhan endemik Kalimantan Barat dan dikenal sebagai ikon provinsi, memiliki potensi ekonomi besar yang belum tergarap maksimal.
"Selama ini riset tengkawang belum terfokus ya, padahal banyak masyarakat yang bergantung pada tengkawang," jelas Farah Diba.
Ia melihat peran akademisi sangat krusial untuk membantu masyarakat, tidak hanya sekadar mengumpulkan dan menjual buahnya, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.
Baca Juga:
Kodam XII/Tanjungpura Beri Kuliah Umum Wawasan Kebangsaan untuk Mahasiswa Kehutanan Untan
Pusat studi ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk penelitian yang lebih mendalam dan kolaborasi yang efektif dengan masyarakat, sehingga memberikan dampak langsung pada kesejahteraan lokal.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.