Risiko Tinggi Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut Kalimantan
Faktakalbar.id, KUBU RAYA –
Tim Siaga Karhutla Kalimantan yang terdiri dari personel TNI-
Polri
,
BNPB
, Manggala Agni, dan relawan swasta terus berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Para petugas menghadapi tantangan berat karena kondisi lahan gambut yang menyimpan bara api hingga kedalaman dua meter di bawah permukaan tanah.
Baca Juga:
Diduga Akibat Puntung Rokok, 3 Hektare Lahan di Desa Subah Sanggau Terbakar
Kondisi lapangan yang penuh debu dan abu hitam menyulitkan proses pemadaman.
Petugas sering kali mengalami cedera fisik akibat panasnya tanah dan risiko tertusuk kayu saat menyambung peralatan pemadam.
Selain memadamkan api yang terlihat di permukaan, petugas harus memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam agar tidak memicu kebakaran susulan.
Seorang petugas mengungkapkan bahwa ancaman terbesar justru berasal dari api yang tidak terlihat secara langsung oleh mata.
"Api di atas bisa kami lihat, tapi api di dalam tanah? Itu yang mengincar nyawa kami," ujarnya.
Setiap personel di lapangan bekerja dengan risiko keselamatan yang tinggi demi melindungi pemukiman warga.
Mereka tetap bertahan di tengah cuaca panas dan asap pekat demi mencegah kebakaran meluas ke area hutan lainnya.
Baca Juga:
Tinjau Karhutla di Perbatasan, Edi Kamtono Minta Bantuan BPBD Provinsi
Keberadaan Tim Siaga Karhutla Kalimantan menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian ekosistem dan keselamatan warga sekitar dari ancaman api yang merambat cepat.
Penanganan kebakaran ini memerlukan koordinasi yang intensif antarinstansi.
Selain peralatan mekanis, kesiapan personel secara fisik dan mental menjadi kunci utama dalam memadamkan titik api di kawasan yang sulit dijangkau.
Upaya pemadaman dilakukan secara berkelanjutan hingga situasi di lokasi dinyatakan sepenuhnya aman dan terkendali.
(*Red)
Tag:
#Manggala Agni
#kebakaran hutan Kalimantan
#Penanganan Karhutla
#Tim Siaga Karhutla
#Dampak Asap Karhutla
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.