Robot Kecoa hingga MPASI Darurat: BNPB Gandeng Undip Perkuat Teknologi Kebencanaan
FAKTAKALBAR.ID
– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan melalui penjajakan kolaborasi riset dan inovasi bersama Universitas Diponegoro (Undip).
Pertemuan yang berlangsung di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (7/5/2026), memamerkan sejumlah teknologi mutakhir karya mahasiswa yang diproyeksikan menjadi solusi dalam operasi darurat bencana.
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah robot serangga hibrida yang dirancang khusus untuk misi pencarian dan pertolongan (
Search and Rescue
) di medan yang sulit dijangkau manusia.
Robot Kecoa untuk Evakuasi Reruntuhan
Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, mempresentasikan robot hibrida yang memanfaatkan kecoa Madagaskar.
Serangga ini dilengkapi dengan perangkat
Printed Circuit Board
(PCB), sensor, kamera pendeteksi objek manusia, hingga kamera pendeteksi panas.
Teknologi ini memungkinkan tim penyelamat melihat kondisi di dalam celah reruntuhan bangunan yang sempit dan gelap akibat gempa bumi.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, memberikan apresiasi tinggi dan berencana membawa inovasi ini ke tingkat operasional dengan melibatkan Basarnas.
“BNPB dan Basarnas pada dasarnya memiliki tugas yang saling berkaitan. Nanti saya akan menghubungi Kepala Basarnas untuk membahas pemanfaatan hasil penemuan adik-adik mahasiswa ini dalam operasi pencarian dan pertolongan. Jika nantinya disepakati, BNPB siap mendukung dari sisi pendanaan,” ujar Suharyanto.
Solusi Pangan dan Medis di Pengungsian
Selain robotika, Undip juga memperkenalkan kursi bersalin portabel dan produk MPASI bergizi bernama
Nutri Sun D3
.
Inovasi ini menyasar tantangan pemenuhan gizi bayi serta pelayanan persalinan di lokasi pengungsian yang minim fasilitas kesehatan.
Suharyanto menilai produk MPASI tersebut sangat krusial karena selama ini bantuan logistik makanan seringkali belum spesifik menyasar kebutuhan bayi dan balita secara optimal.
“Saya rasa ini dapat menjawab kebutuhan yang selama ini masih menjadi tantangan di lapangan. Produk makanan siap saji yang tersedia umumnya menyasar kebutuhan anak hingga orang dewasa. MPASI ini dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk terkait legalitas dan izin edar. Jika nantinya memenuhi ketentuan, produk ini dapat diusulkan masuk ke dalam e-katalog Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan BNPB,” tegas Kepala BNPB.
Kelanjutan Kolaborasi Strategis
Kerja sama ini bukanlah yang pertama kali bagi kedua belah pihak.
Sebelumnya, Undip telah berperan aktif membantu BNPB dalam pemulihan bencana hidrometeorologi akibat Siklon Tropis Senyar di Aceh pada November 2025 melalui teknologi penjernih air (
water treatment
).
Kepala BNPB meyakini bahwa keterlibatan akademisi akan mempercepat modernisasi penanggulangan bencana di Indonesia.
“Saya sangat percaya Undip memiliki mahasiswa-mahasiswa yang kompeten. Sebelumnya kita juga bekerja sama dengan Undip dalam penyediaan alat penjernih air bagi warga terdampak banjir di Aceh,” pungkas Suharyanto.
Melalui audiensi ini, BNPB berharap riset-riset dari perguruan tinggi tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan secara nyata untuk menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat terdampak bencana.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.