faktakalbar

Faktor Psikologis Royal ke Orang Lain Pelit ke Keluarga: Dipicu Signaling Sosial Hingga Narsistik

Penulis: Dimas Friday, 07 November 2025 📖 2 menit
Faktor Psikologis Royal ke Orang Lain Pelit ke Keluarga: Dipicu Signaling Sosial Hingga Narsistik
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Sebuah unggahan di media sosial Instagram yang membahas perbedaan karakter seseorang ketika bersama orang lain dan ketika bersama keluarga sendiri menjadi viral. Unggahan tersebut mengatakan, terdapat faktor psikologis yang membuat seseorang bisa royal ke orang lain namun justru pelit ke keluarga sendiri. Karakter ini sering kita temui, baik di orang lain, keluarga, atau bahkan diri sendiri. Lantas, apa yang menyebabkan seseorang memiliki karakter tersebut? Psikolog klinis Psykay Indonesia, Adityana Kasandra Putranto mengatakan, seseorang tampak lebih royal atau murah hati terhadap orang lain namun pelit ke keluarga sendiri bisa disebabkan oleh berbagai faktor. “Dari perspektif psikologi, perilaku tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor utama yang sering kali melibatkan dinamika emosional, evolusioner, dan gangguan kepribadian,” kata Adityana kepada Kompas.com , Rabu (6/11/2025). Berikut sejumlah Faktor Psikologis Pelit ke Keluarga namun royal kepada orang lain: Baca Juga: Tak Selera Makan Saat Demam? 5 Hal Ini Sebenarnya Terjadi di Dalam Tubuh Anda 1. Dinamika Evolusioner dan Signaling Sosial Secara evolusioner, Adityana menjelaskan bahwa manusia cenderung lebih murah hati kepada orang luar atau non-keluarga. Hal itu dipicu untuk: Membangun reputasi. Menarik pasangan. Membentuk aliansi sosial. “Memberi kepada orang asing bisa berfungsi sebagai 'sinyal' untuk menunjukkan sifat yang diinginkan, seperti kekayaan atau kebaikan, yang berguna dalam konteks perkawinan atau sosial,” kata Adityana. Sebaliknya, terhadap keluarga, kemurahan hati sering kali dianggap sebagai kewajiban bawaan. Oleh karena itu, kurang dimotivasi oleh kebutuhan signaling tersebut, yang bisa membuat seseorang tampak pelit. 2. Gangguan Kepribadian Narsistik Adityana mengatakan bahwa orang dengan ciri narsistik sering kali lebih murah hati kepada orang lain. Hal itu dilakukan guna mencari pujian, perhatian, atau rasa superioritas. Contohnya, seperti membelanjakan uang besar untuk mengesankan orang lain. Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Demam Sering Naik Lagi Saat Malam Hari Sementara itu, di lingkungan keluarga, mereka cenderung pelit karena salah satunya sebagai cara untuk mengontrol keluarga. “Ini termasuk financial abuse , di mana kemurahan hati hanya digunakan sebagai alat manipulasi,” kata Adityana. 3. Dinamika Keluarga dan Masalah Emosional yang Belum Terselesaikan Adityana mengungkapkan bahwa adanya pengalaman masa lalu, luka emosional, serta dinamika keluarga menjadikan seseorang lebih pelit kepada keluarga sendiri. Mereka mungkin merasa: Dibebani ( overburdened ). Keluarganya 'selalu meminta'. Mengalami hubungan keluarga yang transaksional, manipulatif, atau penuh penyesalan. Alasan mereka mungkin enggan bermurah hati adalah adanya dendam, perasaan bersalah, atau takut kehilangan kontrol. Sebaliknya, memberi kepada orang lain terasa lebih aman dan memuaskan karena hubungan di lingkungan sosial tidak sekompleks keluarga dan bebas dari beban emosional. “Ini juga bisa terkait dengan ketidakmampuan menerima cinta atau bantuan, yang mendorong seseorang untuk over-giving kepada orang luar sambil menahan kemurahan hati dalam keluarga,” pungkas Adityana. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK