faktakalbar

RSUD dr. Soedarso Tingkatkan Layanan dan Fasilitas: Dari Hemodialisa hingga Pusat Jantung Terpadu

Penulis: Redaksi Thursday, 17 July 2025 📖 4 menit
RSUD dr. Soedarso Tingkatkan Layanan dan Fasilitas: Dari Hemodialisa hingga Pusat Jantung Terpadu
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedarso menyelenggarakan Hospital Tour dan Ekspose Pelayanan komprehensif, Rabu, (16/7) mengundang rekan-rekan media untuk melihat langsung berbagai peningkatan layanan, fasilitas mutakhir, serta inovasi yang telah dan sedang dikembangkan. Kegiatan ini menegaskan posisi RSUD dr. Soedarso sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit terhadap transparansi informasi dan kemitraan strategis dengan media. Acara diawali dengan pemaparan mendalam mengenai profil dan visi RSUD dr. Soedarso, diikuti dengan peninjauan langsung ke berbagai unit layanan penting. Direktur RSUD dr. Soedarso, drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes., didampingi Wakil Direktur Penunjang, dr. Batara Hendra Putra Sianipar , serta jajaran staf, secara langsung memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan selama tur. Baca Juga:   Insiden Tabrakan Balita di Ketapang: Kades Riam Bunut Beri Penjelasan Soal Tanggung Jawab dan Mediasi Peningkatan Kapasitas Layanan Spesialistik dan Umum Dalam paparannya, drg. Hary Agung Tjahyadi menyoroti sejumlah pengembangan vital. Salah satunya adalah penambahan signifikan pada mesin hemodialisa (HD). "Layanan HD dari hemodialisa juga ada penambahan dari 20 mesin, sekarang sudah ada 35 mesin dan setiap hari melayani pasien," ujarnya, menandakan peningkatan kapasitas yang krusial untuk memenuhi tingginya kebutuhan pasien cuci darah. Fokus juga diberikan pada peningkatan unit layanan thalasemia, yang kini diperluas dari 13 menjadi 24 tempat tidur. "Situasi kondisi yang membuat pasien jadi nyaman untuk dilakukan transfusi darah," tambah drg. Hary Agung Tjahyadi, menekankan kenyamanan pasien sebagai prioritas. Rumah sakit kini memiliki fasilitas khusus untuk pasien kanker anak, termasuk layanan kemoterapi yang dapat dilakukan langsung di tempat. Ini adalah langkah maju yang signifikan, memastikan penanganan kasus kanker pada anak dapat dilakukan secara komprehensif tanpa perlu rujukan keluar daerah. Baca Juga:   Pakar: Pemprov Kalbar Harus Telusuri Dokumen Sejarah Pulau Pengikik Besar dan Kecil Pusat Jantung Terpadu dan Unit Layanan Stroke Terbaru Komitmen RSUD dr. Soedarso untuk layanan spesialistik terlihat jelas dengan pengembangan Pusat Jantung Terpadu. Jika sebelumnya layanan jantung tersebar, kini seluruhnya akan diintegrasikan dalam satu gedung. "Mulai dari rawat jalan, kemudian disitu juga ada rawat inapnya. Kemudian disitu juga ada ICCVCU-nya, jadi ruang intensif khusus untuk jantung, itu ada 12 tempat tidur, dan juga ada beberapa fasilitas lain untuk operasi," jelas drg. Hary Agung Tjahyadi. Fasilitas ini juga dilengkapi ruang operasi (OK) khusus jantung, memastikan penanganan holistik dari diagnosis hingga rehabilitasi. Selain jantung, rumah sakit juga menguatkan fokus pada layanan stroke . "Pengembangan lagi yang tahun ini kita kuatkan adalah di stroke. Layanan stroke itu akan ada unit layanan stroke," paparnya. Unit ini akan didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah mengikuti pelatihan fellowship , termasuk dokter spesialis saraf yang ahli dalam bedah infarksi dan manufaksi, menjamin penanganan stroke yang optimal dan cepat. Baca Juga:   ASTON PONTIANAK DAN TRANSERA HOTEL BERBAGI TAKJIL DI RSUD dr. SOEDARSO Drg. Hary Agung Tjahyadi bangga menyatakan bahwa RSUD dr. Soedarso telah berhasil melayani sekitar 450 pasien yang sebelumnya harus dirujuk ke rumah sakit vertikal di luar daerah. "Semua sudah bisa dilayani di Rumah Sakit Soedarso," tegasnya Menghadapi Tantangan Rujukan dan Efisiensi Meskipun terus berkembang, RSUD dr. Soedarso tidak menampik tantangan besar, terutama terkait beban rujukan pasien yang tinggi. Drg. Hary Agung Tjahyadi menjelaskan bahwa RSUD dr. Soedarso kerap menjadi "ujung" rujukan, di mana 51% pasien yang masuk IGD dan dirawat inap pada tahun lalu masih memiliki tingkat keparahan level 1. "Padahal kita sebenarnya rumah sakit rujukan utama provinsi harusnya di level 3 sama level 2 lah," ujarnya. Hal ini menyebabkan fasilitas dan tenaga yang seharusnya untuk kasus berat terbebani oleh kasus ringan seperti tipus atau demam yang bisa ditangani di fasilitas tipe C atau D. Kepadatan pasien rawat jalan yang mencapai 800 hingga 1.000 orang per hari semakin memperlihatkan urgensi pemerataan layanan. Menyikapi hal ini, drg. Hary Agung Tjahyadi menekankan pentingnya pemerataan layanan spesialistik di tingkat kabupaten/kota. Ia menyoroti minimnya unit intensif (ICU) di rumah sakit daerah, yang menyebabkan kasus gawat darurat pada anak dan bayi selalu dirujuk ke RSUD dr. Soedarso, menambah beban dan risiko bagi pasien. "Membuka unit layanan intensif kan bukan yang mudah dan bukan yang murah," katanya, mendorong kolaborasi pembiayaan antara pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, serta dukungan dari Kementerian Kesehatan untuk sarana dan prasarana. Inovasi Digital dan Kanal Pengaduan untuk Peningkatan Pengalaman Pasien Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan, RSUD dr. Soedarso juga memperkuat sistem informasi dan komunikasi. Rumah sakit telah membuka kanal-kanal pengaduan 24 jam melalui WhatsApp, Instagram, website , dan pengaduan langsung di lokasi, dengan informasi yang jelas ditempel di berbagai unit layanan. " Pengaduan itu 24 jam harus wajib dijawab," tegas drg. Hary Agung Tjahyadi. Setiap aduan akan segera ditindaklanjuti, dan jika diperlukan, rumah sakit akan memfasilitasi pertemuan langsung antara pengadu dan unit layanan terkait untuk klarifikasi dan penyelesaian masalah. "Biasanya ada salah pemahaman yang berbeda dan sebagainya. Nah, biasanya kita selesaikan disitu," tambahnya Untuk mengurangi antrean panjang dan meningkatkan efisiensi, RSUD dr. Soedarso juga akan menambahkan 14 anjungan baru di berbagai titik strategis, termasuk lantai 1, 2, 3, gedung terpadu, pusat jantung, dan radioterapi. "Itu akan lebih efektif, lebih efisien dari segi pembiayaan, dan antrian juga tidak terlalu lama," jelas drg. Hary Agung Tjahyadi. Dengan inovasi ini, waktu tunggu pasien untuk pendaftaran diharapkan dapat terpangkas signifikan, dari yang tadinya bisa 2 jam menjadi sekitar setengah jam, memungkinkan pasien untuk langsung menuju poli tujuan. Dengan semua upaya pengembangan dan transparansi ini, informasi terkait peningkatan layanan, fasilitas, serta inovasi di RSUD dr. Soedarso dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat, memperkuat kepercayaan dan memastikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga Kalimantan Barat. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK