faktakalbar

Direktur RSUD Soedarso: Lifestyle Tak Sehat Picu Penyakit Berat dan Biaya Tinggi

Penulis: Redaksi Thursday, 17 July 2025 📖 1 menit
Direktur RSUD Soedarso: Lifestyle Tak Sehat Picu Penyakit Berat dan Biaya Tinggi
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Direktur RSUD dr. Soedarso , drg. Hary Agung Tjahyadi menyoroti gaya hidup tidak sehat sebagai penyebab utama meningkatnya kasus penyakit berat yang memerlukan biaya pengobatan tinggi dan berisiko kematian. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda Hospital Tour dan Ekspose Pelayanan yang diselenggarakan di RSUD dr. Soedarso, Pontianak, Rabu (16/7/2025). Menurutnya, mayoritas penyakit serius yang ditangani rumah sakit berkaitan erat dengan konsumsi makanan instan. Baca Juga:   RSUD dr. Soedarso Tingkatkan Layanan dan Fasilitas: Dari Hemodialisa hingga Pusat Jantung Terpadu " Penyakit-penyakit yang membutuhkan pembiayaan besar dan juga risiko kematian yang tinggi ternyata akibat dari lifestyle yang tidak baik, terutama dari makanan-makanan instan ," tegas drg. Hary Agung Tjahyadi. Ia menyebut pentingnya edukasi dari lingkungan keluarga dan sekolah dalam menyosialisasikan pola hidup sehat. Ia juga menyoroti tiga pilar utama dalam menjaga kesehatan: Asupan Makanan: Mengonsumsi makanan yang lebih segar, natural, dan menghindari produk instan yang tinggi pengawet, garam, atau gula. Aktivitas Fisik: Menjaga kebugaran tubuh dengan rutin berolahraga. ⁠Istirahat Cukup: Mengingat fenomena di kalangan anak muda saat ini yang cenderung kurang memiliki waktu istirahat yang memadai. Baca Juga:   RSUD Soedarso Terima 21 Bapaslon Jalani Tes Kesehatan Pernyataan ini mengindikasikan bahwa RSUD dr. Soedarso tidak hanya berfokus pada kuratif (pengobatan) tetapi juga pada aspek preventif (pencegahan) dengan mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat. Dengan mengurangi faktor risiko dari gaya hidup, diharapkan beban penyakit berat di masa depan dapat ditekan, sekaligus meringankan beban sistem kesehatan dan biaya pengobatan bagi masyarakat. Diharapkan, pesan ini dapat diserap oleh masyarakat luas, mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat, sehingga dapat mencegah penyakit sebelum membutuhkan penanganan medis yang kompleks dan mahal. (fd)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK