faktakalbar

RSUD SSMA Edukasi Masyarakat Tentang Inkontinensia Urine

Penulis: Redaksi Tuesday, 20 May 2025 📖 1 menit
RSUD SSMA Edukasi Masyarakat Tentang Inkontinensia Urine
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (RSUD SSMA) terus berkomitmen meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Salah satu upaya terbaru dilakukan melalui kegiatan penyuluhan mengenai inkontinensia urine yang digelar pada Senin, (19/5/2025). Kegiatan edukatif ini berlangsung di area tunggu apotek RSUD SSMA dan diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari pasien serta pengunjung rumah sakit. Fisioterapis Deni Dwi Yulianti, Ftr, hadir sebagai narasumber utama dan memberikan penjelasan lengkap mengenai inkontinensia urine. Baca Juga: Ajak Masyarakat Imunisasi Anak RSUD SSMA: Cegah KIPI dengan Langkah Tepat, Imunisasi Aman untuk Buah Hati “Inkontinensia urine adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan mengontrol keluarnya urine. Kondisi ini lebih sering dialami oleh lanjut usia, dan umumnya terjadi pada wanita,” ujar Deni saat menyampaikan materi. Ia menjelaskan bahwa beberapa faktor seperti kehamilan, proses persalinan, hingga menopause dapat memengaruhi kekuatan otot perut dan otot dasar panggul, yang menjadi penyebab inkontinensia. “Inkontinensia bisa bersifat sementara atau jangka panjang, tergantung pada penyebab medis yang mendasarinya. Berdasarkan jenisnya, kondisi ini dibagi menjadi enam kategori, yakni inkontinensia desakan, stres, overflow, refleks, fungsional, dan total,” tambahnya. Walaupun tidak mengancam nyawa, inkontinensia urine dapat berdampak besar terhadap psikologis dan kehidupan sosial penderitanya. “Kondisi ini bisa menurunkan kepercayaan diri dan mengganggu aktivitas sehari-hari,” jelas Deni. Untuk mengelola dan mencegah inkontinensia urine, Deni menyarankan terapi fisioterapi yang fokus pada penguatan otot dasar panggul dan otot perut bagian dalam. Ia merekomendasikan beberapa latihan seperti senam kegel, teknik relaksasi diafragma, dan latihan pernapasan. “Latihan kontraksi dan relaksasi otot dasar panggul bisa dilakukan dengan cara mengencangkan otot seolah-olah menahan buang air kecil, sambil mengencangkan otot perut saat mengembuskan napas,” paparnya. Deni juga menekankan pentingnya menjaga laju napas tetap normal dan menghindari penggunaan otot aksesori secara berlebihan selama latihan. Baca Juga: Waspada Sariawan Berulang, Jadi Tanda Penyakit Serius “Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang mengganggu aktivitas harian,” imbaunya. (RA/PKRS-Humas/RSUD SSMA)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK